HARGA berbagai jenis plastik atau kantong kresek di sejumlah toko di Sungailiat Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengalami kenaikan hingga 40 persen. Kenaikan ini sudah terjadi sejak dimulainya konflik Perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Kenaikan harga paling parah terjadi pada plastik berbahan baku murni minyak bumi, yaitu kantong plastik bening atau warna putih. Saat ini, plastik berbahan baku murni dijual dengan harga Rp23 ribu per bungkus, dari harga sebelumnya Rp15 ribu per bungkus. Sedangkan untuk penjualan perkilogram, harganya menjadi Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp36 ribu per kilogram, atau naik sekitar 30 hingga 40 persen.
Bukan hanya kantong plastik bening, kenaikan juga terjadi pada gelas plastik. bahkan saat ini, stok gelas plastik di banyak toko kosong. Menurut Aming salah satu pedagang, Kenaikan harga disebabkan karena bahan baku murninya yaitu minyak berasal dari wilayah yang sedang mengalami perang di timur tengah.
Dampak dari kenaikan harga ini lanjutnya membuat omset penjualan turun hingga 50 persen. "Kenaikan harga berbagai jenis plastik ini sudah terjadi sejak perang dimulai,"kata aming, Kamis (2/4).
Disebutkanya dampak tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi juga oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (umkm). Para pedagang menurutnya berharap konflik AS-israel dengan Iran segera berakhir agar harga plastik bisa kembali normal.
Sementara Mita salah satu pelaku UMKM mengaku kenaikan harga plastik khususnya jenis kantong keresek sangat memberatkan. "Sangat memberatkan kami umkm, bayangkan tadinya plasti bening kami beli Rp.14 ribu perbungkus, sekrang menjadi Rp.23 ribu perbungkus," kata Mita.
Minta pun berharap agar konflik perang di Timur tengah segera berakhir, agar harga plastik khususnya kresek kembali normal. (H-2)





