Bandar Lampung: Sebanyak dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang hanyut di Wira Garden ditemukan meninggal, setelah dua hari pencarian oleh tim gabungan, Kamis, 2 April 2026. Kapolsek Teluk Betung Timur, AKP Toni Apriadi, menjelaskan kedua korban ditemukan dalam posisi mengambang sekitar 300 sampai 500 meter dari Dermaga Pulau Pasaran.
"Jenazah pertama atas nama Fatmawati (22) ditemukan sekitar pukul 11.28 WIB oleh tim gabungan yang saya pimpin. Tidak lama kemudian, tim Dit Polairud menemukan jenazah kedua atas nama Bunga Rosana (22). Secara jarak memang cukup jauh, tetapi waktu penemuan hampir bersamaan," jelasnya saat dikonfirmasi Metro TV melalui telepon.
Baca Juga :
Proses evakuasi dua jenazah mahasiswi di Lampung. (Metrotvnews.com/Imam S)
Kronologis Kejadian Peristiwa ini bermula pada Rabu, 1 April 2026, saat Fatmawati dan Bunga Rosana berkunjung ke Wira Garden bersama dua rekan mereka, Rika Yolanda dan Damayanti, sekitar pukul 11.30 WIB. Tak lama setelah tiba, hujan deras mengguyur lokasi tersebut.
Setelah hujan reda, keempatnya turun ke area bebatuan di pinggir sungai untuk berfoto. Namun, tiba-tiba datang air bah (banjir bandang) dari arah hulu yang langsung menyapu mereka. Rika dan Damayanti berhasil menyelamatkan diri ke tepian, sementara Fatmawati dan Bunga hanyut terbawa arus yang sangat deras.
Berdasarkan data kepolisian, Fatmawati merupakan mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) asal Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sedangkan Bunga Rosana merupakan warga Kota Metro.
Operasi pencarian ini melibatkan personel gabungan dari Polsek Teluk Betung Timur, Sat Polairud Polresta Bandar Lampung, Dit Polairud Polda Lampung, BPBD Kota Bandar Lampung, dan Basarnas Lampung. Pencarian difokuskan di pesisir Pulau Pasaran dengan mempertimbangkan arah aliran sungai menuju laut.




