BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bergerak cepat merespons dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (2/4) pagi. Tim ahli khusus diterjunkan ke lokasi terdampak untuk memetakan tingkat kerusakan serta memantau aktivitas seismik yang masih fluktuatif.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menegaskan bahwa tim tersebut mengemban misi krusial untuk melakukan survei makroseismik dan mikroseismik. Langkah ini diambil guna mengidentifikasi sebaran kerusakan bangunan secara presisi serta memantau perilaku gempa susulan di zona tersebut.
“Kami di sana melakukan survei gempa merusak, termasuk pemetaan makroseismik dan mikroseismik,” ujar Rahmat dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4).
Baca juga : Gempa 4,5 Guncang Kuta Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Selain pemetaan, BMKG juga memperkuat jaringan monitoring dengan memasang sejumlah unit portable seismograph di titik-titik strategis Maluku Utara. Alat ini berfungsi menangkap data gempa mikro yang menjadi indikator kunci untuk memprediksi kapan aktivitas tektonik di wilayah tersebut akan berakhir.
Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 48 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5. Tingginya frekuensi gempa susulan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas struktur bangunan yang sudah terdampak guncangan utama.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Seismologi Teknik - Geopotensial BMKG, Fakhri, memberikan peringatan keras kepada warga agar tidak memaksakan diri memasuki rumah atau gedung yang mengalami retakan. Ia menekankan bahwa bangunan yang tidak stabil sangat berisiko roboh jika kembali diguncang gempa susulan.
“Sangat perlu dicek kondisi struktur bangunan, terutama jika terdapat retakan atau tanda-tanda tidak stabil. Jangan memasuki bangunan sebelum dipastikan aman oleh petugas gabungan,” tegas Fakhri.
Peringatan Keamanan:
- Hindari bangunan dengan retakan struktural pada dinding atau tiang.
- Tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih terjadi.
- Pastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG dan BPBD setempat. (Z-10)





