Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok setelah mencatat kenaikan drastis. IHSG melemah 1,25 persen atau 89,91 poin ke level 7.094,53 pada akhir sesi pertama perdagangan Kamis, 2 April 2026.
IHSG langsung terjun ke level 7.153 di awal sesi perdagangan hari ini. Bahkan, indeks merosot hingga menyentuh area 7.083.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 6,90 triliun sementara volume transaksi harian mencapai Rp 144,9 juta. Jumlah perdagangan yang dilakukan investor sebanyak 1,04 juta transaksi.
"Pelemahan ini seiring perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diperkirakan akan terus memanas seiring dengen pidato terbaru dari Trump yang akan melakukan penyerangan lebih besar kepada Iran dalam 2-3 minggu ke depan," beber Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis, 2 April 2026.
Dari sisi teknikal, Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG breaklow support psikologis 7.100. Hal ini disertai dengan indikator MACD yang menunjukkan penyempitan histogram positif.
"Dengan mempertimbangkan kombinasi sentimen fundamental dan konfirmasi teknikal tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dengan rentang pergerakan di kisaran 7.050-7.125 pada sesi kedua perdagangan hari ini," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Lebih lanjut, Tim Analis Phintraco Sekuritas melaporkan sejumlah emiten berhasil membukukan lonjakan harga tertinggi. Berikut tiga top gainers di jajaran 45 saham unggulan (LQ45).
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
Saham MAPI melesat 3,60 persen atau 45 poin ke level 1.295.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Saham AKRA melambung 3,35 persen atau 45 poin menjadi 1.390.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Saham AADI menyusul kenaikan sebesar 3,06 persen ke posisi 10.950.





