New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengutuk insiden yang menewaskan tiga personel TNI yang bertugas dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com Kamis, 2 April 2026, para anggota DK PBB menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, Pemerintah Indonesia, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan mendoakan pemulihan bagi para personel yang terluka.
“Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan kutukan mereka atas insiden-insiden yang menyebabkan wafatnya tiga penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL,” tulis pernyataan tersebut.
Baca Juga :
RI Minta Jenazah Tiga Prajurit TNI Dipulangkan Secara Bermartabat dari LebanonDK PBB juga memberikan penghormatan atas dedikasi para penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa demi menjaga perdamaian dan keamanan internasional, serta menyampaikan apresiasi kepada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL.
Dalam pernyataan tersebut, DK PBB juga menegaskan bahwa penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan dan mendesak semua pihak untuk mengambil langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan dan keamanan personel serta fasilitas UNIFIL, termasuk kebebasan bergerak misi tersebut sesuai hukum internasional.
DK PBB juga menyerukan agar insiden tersebut diselidiki oleh PBB melalui UNIFIL dan agar perkembangan investigasi terus diinformasikan kepada negara-negara penyumbang pasukan yang terkait.
“Mereka juga menyerukan kepada PBB untuk menyelidiki insiden-insiden ini melalui UNIFIL dan terus menginformasikan perkembangan kepada negara penyumbang pasukan yang relevan, sejalan dengan tujuan resolusi Dewan Keamanan 2518 (2020) dan 2589 (2021),” demikian pernyataan tersebut.
Selain itu, DK PBB menyerukan kepada semua pihak untuk sepenuhnya melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006) dan menegaskan kembali komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan persatuan Lebanon.
Sebelumnya, Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB Duta Besar Umar Hadi menyatakan bahwa eskalasi konflik yang menyebabkan insiden tersebut berakar dari serangan berulang militer Israel ke wilayah Lebanon.
“Indonesia mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan yang merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon,” ujar Dubes Umar Hadi dalam pertemuan DK PBB di Markas PBB, New York, Selasa, 31 Maret 2026.
Indonesia juga menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak dapat ditoleransi.




