CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kinerja ekspor Sulawesi Selatan pada Februari 2026 menunjukkan kondisi yang kontras. Di satu sisi, total nilai ekspor melonjak tajam. Namun di sisi lain, komoditas kakao justru mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel yang dirilis Rabu (1/4) nilai ekspor melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan tercatat sebesar US$142,15 juta pada Februari 2026. Angka ini naik drastis hingga 109,84 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar US$67,74 juta.
Kenaikan ini menunjukkan geliat perdagangan luar negeri yang kuat. Namun, tidak semua sektor mengalami pertumbuhan.
Di tengah lonjakan nilai ekspor, komoditas kakao atau cokelat justru mencatat penurunan paling dalam.
Nilai ekspor kakao pada Februari 2026 hanya mencapai US$9,79 juta, turun 36,14 persen dibandingkan Januari yang sebesar US$15,33 juta.
Penurunan ini menjadi sorotan karena kakao selama ini merupakan salah satu komoditas andalan Sulawesi Selatan di sektor perkebunan.
Berbanding terbalik dengan kakao, komoditas nikel justru melesat tajam dan menjadi penopang utama kenaikan ekspor.
Nilai ekspor nikel mencapai US$103,42 juta pada Februari 2026, melonjak 471,25 persen dibandingkan Januari yang hanya US$18,10 juta.
Lonjakan besar dari nikel inilah yang mendorong total ekspor Sulawesi Selatan tetap tumbuh tinggi, meskipun kakao melemah.
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, ekspor Sulawesi Selatan masih didominasi oleh negara-negara Asia.
- Jepang: US$125,44 juta
- Tiongkok: US$62,68 juta
- Taiwan: US$4,39 juta
Ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 91,72 persen dari total ekspor.
Impor Sulsel Februari 2026
Aktivitas impor Sulawesi Selatan juga menunjukkan tren peningkatan. Nilai impor pada Februari 2026 mencapai US$120,65 juta, naik 67,33 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar US$72,11 juta.
Komoditas impor didominasi oleh bahan bakar mineral, gula, pakan ternak, mesin, dan gandum. Sementara itu, sebagian besar barang impor berasal dari Tiongkok, Singapura, dan Thailand.
Pelabuhan Makassar menjadi pintu utama masuknya barang impor dengan kontribusi terbesar dibanding pelabuhan lainnya.
Kondisi Februari 2026 menunjukkan bahwa perdagangan luar negeri Sulawesi Selatan sedang tumbuh pesat, baik dari sisi ekspor maupun impor.
Namun, pertumbuhan ini tidak merata antar komoditas. Sektor tambang seperti nikel mengalami lonjakan besar, sementara sektor perkebunan seperti kakao justru mengalami tekanan.




