Jepang Pangkas Insentif Mobil Listrik Impor, Lindungi Manufaktur Lokal

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Jepang mengambil langkah terbaru untuk insentif pembelian mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) yang selama ini juga dapat dinikmati oleh produsen asing, utamanya asal China seperti BYD.

Disitat Carscoops, BYD terbilang baru menjajaki pasar Negeri Sakura tersebut. Pabrikan saat ini telah memasarkan model Dolphin, Atto 3, Seal, hingga Sealion 7, dan terbaru memperkenalkan BYD Racco yang merupakan kei car listrik pertama dari perusahaan.

Selama ini, seluruh merek yang meniagakan BEV termasuk BYD mendapat subsidi sebesar 150 ribu yen atau sekitar Rp 16 jutaan. Alias turun cukup drastis dari sebelumnya bisa mencapai 350-400 ribu yen atau berkisar Rp 37 jutaan per modelnya.

Tujuannya cukup jelas, Jepang tengah mengkaji skema subsidi yang mengutamakan pembelian kendaraan listrik dengan menggunakan baterai buatan lokal. Satu sisi, ini juga untuk melindungi industri manufaktur otomotif mereka.

Makanya, model-model seperti Toyota bZ4X akan tetap ditawarkan dengan subsidi tertinggi sebesar 1,3 juta yen atau berkisar Rp 139 jutaan. Meski nilai tersebut nantinya tetap akan lebih rendah menjadi 1 juta yen (Rp 10 jutaan) pada 2027.

Namun tak semata merek lokal, model dari luar Jepang lainnya seperti Tesla juga akan mendapatkan subsidi sebesar 1,27 juta yen (Rp 135 jutaan) yang sebelumnya hanya 400 ribu yen atau Rp 42,7 jutaan. Kemungkinan karena menggunakan baterai buatan Panasonic.

Begitu juga dengan Audi yang mendapatkan subsidi 320 ribu yen hingga satu juta yen dan juga ada Hyundai yang nilai subsidi dari pemerintah Jepang akan ditingkatkan pula pada bulan ini. Meski dua nama terakhir akan mendapat pengurangan tahun depan.

Kendati begitu, BYD Auto Japan mengungkapkan sejatinya sebelum ada rencana pengurangan nilai subsidi tersebut, perusahaan dikatakan tidak dalam posisi menguntungkan sejak awal. Sebab, sedari awal perbedaan nilai subsidi sudah terlampau besar.

“Kami berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. Selisih (dengan perusahaan seperti Toyota Motor) telah meningkat hingga hampir 1 juta yen. Kami tidak dapat bersaing dengan 350 ribu yen," kata kepala unit BYD Auto Japan, Atsuki Tofukuji.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Volatilitas Tinggi, OJK Nilai Pasar Modal Domestik Masih Solid 
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Pertanyaan Jurnalis Bikin Zendaya dan Robert Pattinson Geleng Kepala, Netizen Ikut Geram
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
2 Mahasiswa Unila Tewas Usai Hanyut Diterjang Banjir Bandang di Bandar Lampung
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK dan SRO tuntaskan 4 proposal reformasi transparansi pasar modal RI
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Menteri Mukhtarudin Lepas Keberangkatan 1.000 Pekerja Migran ke Bulgaria
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.