Kompetisi Pengembangan dan Inovasi "Kota Pintar" Ditutup di Guangxi, Tiongkok Selatan, 252 Karya Raih Penghargaan

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Beijing, (ANTARA/PRNewswire)- Kompetisi Pengembangan dan Inovasi "Kota Pintar" berlangsung di Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan, pada 30 Maret lalu. Di ajang ini, 37 tim meraih kemenangan dalam babak final dan lima proyek menandatangani kontrak kerja sama secara langsung di lokasi.

Sebanyak 1.382 karya berpartisipasi dalam kompetisi ini, di antaranya, 252 karya berhasil meraih penghargaan.

Pada 29 Maret, 60 tim yang lolos ke babak final dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan tema kompetisi. Jalur profesional mencakup empat bidang, yaitu keselamatan warga di area perkotaan dan layanan publik, konstruksi cerdas dan bangunan hijau, pembangunan dan tata kelola kota, serta kawasan hunian dan komunitas cerdas. Jalur universitas mencakup tiga bidang, yaitu pembangunan dan tata kelola kota, konstruksi cerdas dan bangunan hijau, serta kawasan hunian dan komunitas cerdas.

Kompetisi tahun ini memiliki tiga karakteristik utama. Pertama, unsur internasional yang kuat. Dari 60 tim yang lolos ke final, hampir 40% berasal dari negara-negara ASEAN, termasuk Malaysia, Kamboja, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Laos.

Kedua, tingkat profesionalisme yang relevan dengan kebutuhan nyata. Seluruh rangkaian kompetisi berfokus pada tantangan di sektor perumahan, serta pembangunan perkotaan dan pedesaan. Semua karya yang berpartisipasi selaras dengan kebutuhan industri dan memiliki tingkat penerapan yang tinggi.

Ketiga, efisiensi alih teknologi yang tinggi. Selama kompetisi berlangsung, sebanyak 86 skenario aplikasi atau produk di bidang perumahan serta pembangunan perkotaan dan pedesaan mulai diterapkan. Di sisi lain, sejumlah perusahaan mulai beroperasi di kawasan industri sehingga mempersempit kesenjangan antara inovasi dan implementasi nyata.

Setelah kompetisi berakhir, Dinas Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Daerah Otonom Guangxi Zhuang akan membentuk basis data proyek dari hasil kompetisi. Dinas tersebut akan mendorong penerapan proyek-proyek unggulan di tingkat lokal, serta mengembangkan berbagai skenario aplikasi untuk pembangunan kota pintar.

Selain itu, forum inovasi dan penjajakan kerja sama akan digelar secara berkala untuk membangun platform pertukaran industri, sekaligus mendorong manfaat inovasi dari kompetisi ini sehingga terus mendorong pembangunan kota pintar di Guangxi dan kawasan ASEAN.

Tautan Artikel: https://en.imsilkroad.com/p/349984.html

SOURCE Xinhua Silk Road


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
18 Juta KPM Akan Terima Bansos PKH dan BPNT pada Tahun Ini
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Polri, Terkait Kasus Apa?
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Seragam Sekolah Gratis Bermasalah, Dewan Minta Disdik Bertanggung Jawab
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Akses Terbatas, Warga Kali Pasir Minta Jembatan Penghubung Segera Dibangun
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Kerja Sama Kehutanan Indonesia-Jepang Diperkuat, dari Perdagangan Karbon hingga Konservasi Komodo
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.