Sari Roti (ROTI) Tambah Kegiatan Usaha, Masuk Bisnis Pakan Ternak

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) berencana menambah kegiatan usaha baru dengan merambah bisnis industri pakan ternak melalui pemanfaatan limbah roti.

Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan akan menambahkan kegiatan usaha pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 10801 terkait industri ransum makanan hewan. Langkah ini akan ditempuh melalui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar perseroan.

Corporate Secretary ROTI Sri Mulyana mengatakan, ekspansi ini merupakan upaya perseroan untuk meningkatkan kinerja sekaligus menciptakan nilai tambah dari produk yang tidak terjual.

“Perseroan saat ini bergerak di bidang usaha industri produk roti dan kue, kemudian berencana untuk meningkatkan kinerjanya dengan menambahkan kegiatan usaha berupa Industri ransum makanan Hewan, kata Sri dalam keterbukaan informasi, Kamis (2/4/2026).

Dalam implementasinya, ROTI akan memanfaatkan roti sisa hasil produksi yang tidak terjual untuk diolah menjadi tepung pakan ternak. Produk tersebut akan diproduksi secara mandiri dengan dukungan fasilitas pabrik ransum serta tenaga kerja yang kompeten.

Perseroan menegaskan, penambahan kegiatan usaha ini tidak akan mengganggu lini bisnis utama yang saat ini masih berfokus pada industri roti dan kue serta distribusinya.

Baca Juga

  • Aral Emiten Produsen Sari Roti (ROTI) kala Persaingan Kian Ketat
  • Laba Produsen Sari Roti (ROTI) Menyusut 28,69% jadi Rp258,51 Miliar pada 2025
  • Optimisme Sari Roti (ROTI) Belanja Nataru dan BLT Kesra Katrol Penjualan Kuartal IV/2025

Dari sisi prospek, industri pakan ternak di Indonesia dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan yang kuat. Hal ini didorong oleh peningkatan populasi unggas serta kebutuhan pakan nasional yang terus meningkat.

Selain itu, ketergantungan terhadap bahan baku impor seperti jagung, gandum, dan soybean meal membuka peluang bagi bahan baku alternatif, termasuk tepung berbasis limbah roti.

Berdasarkan studi kelayakan dari penilai independen, rencana penambahan kegiatan usaha tersebut dinyatakan layak untuk dijalankan, baik dari sisi pasar, teknis, maupun keuangan.

Secara proyeksi, kontribusi pendapatan dari bisnis pakan ternak diperkirakan mencapai sekitar 1,1% terhadap pendapatan perseroan pada tahap awal.

Adapun, rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 April 2026.

Perseroan juga menargetkan pengurusan izin usaha industri pakan ternak dari Kementerian Perindustrian dapat diselesaikan pada tahun ini sebelum kegiatan operasional dimulai.

Nippon Indosari Corpindo Tbk. - TradingView
______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Putusan Mahkamah Konstitusi yang Bantu Lindungi Hak Perempuan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Sentuh Rp3.019.000 per Gram
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Serangan Terlihat di Dekat Kantor Eks Kedubes AS di Teheran | SAPA SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Samator (AGII) Kantongi Laba Bersih Rp58 Miliar di 2025, Turun 44 Persen
• 34 menit laluidxchannel.com
thumb
Data Sementara Kerusakan Gempa Bumi 7,6 Magnitudo di Sulut-Malut
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.