Peziarah Sempat Khawatir, Kapolda NTT Hadir untuk Pastikan Keamanan Semana Santa

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

LARANTUKA, KOMPAS - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Inspektur Jenderal Rudi Darmoko hadir langsung untuk memastikan persiapan pengamanan Semanta Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT. Kehadiran Rudi dinilai menjawab kekhawatiran masyarakat yang sempat resah dengan gangguan keamanan beberapa waktu belakangan.

Tiba di Larantuka pada Kamis (2/4/2026) pagi, Rudi didampingi sebagian besar pejabat utama Polda NTT. Ia pertama-tama mengecek keamanan di Kapela Tuan Ma yang menjadi salah satu titik pelaksanaan ibadah dalam rangkaian Semana Santa atau pekan suci dalam tradisi Katolik.

Rudi kemudian menemui Uskup Larantuka MGR Yohanes Hans Monteiro, Raja Larantuka Don Andre Martinus Diaz Viera de Godhino, dan Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Uran. Bersama rombongan, Rudi mendatangi kediaman para tokoh tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra, yang ikut dalam rombongan tersebut, mengatakan, kehadiran Kapolda NTT untuk memastikan jaminan keamanan bagi jalanan perayaan Semana Santa. "Untuk memastikan itu, Kapolda langsung ke Larantuka," ujar Henry.

Menurut Henry, polisi menjamin keamanan masyarakat, termasuk para peziarah, selama penyelenggaraan Semana Santa. Sebanyak 985 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pengawalan di sejumlah titik, seperti tempat peribadatan dan rute prosesi Semana Santa.

Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Uran mengapresiasi kehadiran Rudi. Menurutnya, kehadiran Rudi seakan menjawab kekhawatiran masyarakat terkait situasi keamanan. Dia pun mengajak masyarakat ikut berpatisipasi dalam acara itu dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Baca JugaSemana Santa di Larantuka Dimulai, Ribuan Peziarah Dalam dan Luar Negeri Berdatangan

Ignasius mengungkapkan, selama beberapa waktu belakangan, terjadi gangguan keamanan di Larantuka. Warga dari dua kampung yang berada di pusat kota Larantuka terlibat bentrokan selama berbulan-bulan. Aparat keamanan pun sempat berjaga di perbatasan kedua kampung.

Elton Nggiri dari tim keamanan Keuskupan Larantuka menuturkan, sebanyak 1.760 pemuda ikut menjaga keamanan. Selain dari umat Katolik, ada pula remaja masjid dan pemuda Gereja Protestan serta pemuda Hindu terlibat dalam keamanan.

Menurut Elton, keamanan internal dibagi dalam tiga ring. Ring pertama adalah pemuda Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana. Ring dua terdiri dari pemuda yang direkrut dari sejumlah paroki termasuk pemuda lintas agama. Adapun ring tiga adalah tim keamanan internal ditambah personel TNI dan Polri.

Semanta Santa merupakan tradisi Katolik yang dilakukan oleh sejumlah suku di bawah Kerajaan Larantuka, kerajaan bercorak Katolik yang pernah ada di Nusantara. Tradisi warisan Portugis itu diklaim sudah berlangsung lebih dari lima abad.

Baca JugaMgr Hans Monteiro Sampaikan Pesan Penting Semana Santa dan Keberagaman di Larantuka

Melalui keterangan tertulis, Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Larantuka, RD Ansel Liwun, mengatakan, pelaksanaan Semana Santa 2026 harus dijalani sebagai momentum ziarah dan devosi. "Bukan sebagai ajang pembuatan konten," ujarnya.

Menurut Ansel, salah satu hal yang menjadi perhatian serius adalah maraknya penggunaan telepon genggam untuk mengambil foto dan video selama prosesi berlangsung. Bahkan, dalam beberapa momen sakral, cahaya flash dari ponsel terlihat lebih dominan dibandingkan nyala lilin yang seharusnya menjadi simbol utama dalam perayaan tersebut. 

Situasi ini dinilai mengganggu kekhidmatan serta mengurangi makna spiritual dari tradisi Semana Santa. “Kita datang ke Larantuka untuk berziarah dan berdevosi, bukan untuk membuat konten. Jangan sampai kehadiran kita justru mengganggu umat lain yang sedang berdoa,” ungkap Ansel.

Panitia Perayaan Pekan Suci telah menyiapkan sistem peliputan resmi. Seluruh dokumentasi kegiatan akan dilakukan oleh tim media yang telah ditunjuk dan akan disiarkan melalui live streaming. Dengan demikian, umat tidak perlu mengambil dokumentasi secara berlebihan selama mengikuti prosesi.

Kita datang ke Larantuka untuk berziarah dan berdevosi, bukan untuk membuat konten. Jangan sampai kehadiran kita justru mengganggu umat lain yang sedang berdoa


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anabul Jadi Jembatan Diplomasi, Prabowo Beri Hadiah Baju untuk Peliharaan Presiden Korea
• 4 jam laludisway.id
thumb
Waspada! 5 Penyakit yang Sering Muncul di Musim Kemarau
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Jamkrindo Syariah Cetak Laba Bersih Rp141,03 Miliar di 2025
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Halalkah Mengonsumsi Keong Sawah atau Tutut? Begini Penjelasannya Menurut Islam
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Ngambek! AS Mau Cabut dari NATO, Sebut Cuma "Macan Kertas"
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.