Harga CPO Naik, Konflik Timur Tengah dan Pasokan Ketat Jadi Sentimen

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) naik lebih dari 1 persen pada Kamis (2/4/2026) setelah melemah pada hari sebelumnya.

Harga CPO Naik, Konflik Timur Tengah dan Pasokan Ketat Jadi Sentimen. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) naik lebih dari 1 persen pada Kamis (2/4/2026) setelah melemah pada hari sebelumnya, didorong ketidakpastian konflik Timur Tengah serta ekspektasi penurunan produksi pada Maret yang menopang harga.

Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,36 persen menjadi 4.834 ringgit Malaysia per ton hingga jeda tengah hari.

Baca Juga:
MedcoEnergi (MEDC) Cetak Laba Bersih Rp1,69 Triliun pada 2025

Direktur broker Pelindung Bestari Paramalingam Supramaniam mengatakan pasar minyak sawit masih diliputi ketidakpastian di tengah negosiasi yang berlangsung, seiring sinyal campuran dari Washington dan Teheran membuat pelaku pasar belum yakin apakah konflik Timur Tengah akan mereda atau justru meningkat.

Di sisi pasokan, ia menilai data produksi menunjukkan kenaikan yang hanya tipis, dengan stok akhir Maret berada di kisaran 2 juta hingga 2,2 juta ton, level yang menopang pasar karena tren output secara bertahap terus menurun.

Baca Juga:
Saham Tak Likuid, DSSA Optimistis Stock Split Jadi Opsi Terbaik

Menurut laporan Reuters, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) dijadwalkan merilis data pasokan dan permintaan Maret pada 10 April.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,27 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melemah 0,28 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 1,4 persen.

Baca Juga:
Bank Danamon (BDMN) Sepakat Bagi Dividen Rp1,4 Triliun

Pergerakan minyak sawit mengikuti harga minyak nabati pesaing karena komoditas ini bersaing dalam pasar minyak nabati global.

Harga minyak mentah naik lebih dari USD5 per barel setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya akan melanjutkan serangan terhadap Iran tanpa memberikan jadwal pasti untuk mengakhiri perang, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi berkepanjangan.

Harga minyak mentah yang lebih lemah dapat membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,15 persen terhadap dolar AS sehingga membuat komoditas ini sedikit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan permintaan bahan baku biodiesel diperkirakan mencapai sekitar 15 juta ton tahun ini, naik 2 juta ton secara tahunan setelah memperhitungkan program biodiesel B50 berbasis minyak sawit. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suap Sengketa Lahan, KPK Panggil Ajudan Ketua PN Depok
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemhan Tegaskan Rencana Pembelian Jet Tempur KF-21 Boramae Masih Tahap Penjajakan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Ada Krisis Energi dan WFH 1x Seminggu, Pengusaha Kasih Usul Ini
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Datangi Polda Metro, Rismon Tanda Tangan RJ dengan Jokowi dan 3 Pelapor
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Final Four Proliga 2026: Ujian Perdana Sang Juara Bertahan di Surabaya
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.