Volatilitas Tinggi, OJK Nilai Pasar Modal Domestik Masih Solid 

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

OJK menilai pasar modal domestik masih solid di tengah volatilitas yang tinggi akibat tekanan geopolitik dan ketidakpastian global.

Volatilitas Tinggi, OJK Nilai Pasar Modal Domestik Masih Solid (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pasar modal domestik masih solid di tengah volatilitas yang tinggi akibat tekanan geopolitik dan ketidakpastian global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, kondisi pasar saham Indonesia saat ini menunjukkan daya tahan meski sempat koreksi 16,91 persen secara year to date (ytd).

Baca Juga:
Kembali Tertekan, IHSG Turun 1,15 Persen ke 7.102 saat Sesi Siang

"Kalau kita lihat per 1 April 2026 kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ada di level 7.184,44 atau telah mengalami koreksi sebanyak 16,91 persen secara year to date. Namun demikian, perlu kami sampaikan bahwa kondisi ini tidak hanya dialami oleh pasar modal kita atau bursa kita, tapi juga dialami oleh hampir seluruh bursa-bursa di regional dan global," katanya dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4/2026).

Menurut Hasan, kondisi tersebut lebih mencerminkan pengaruh dinamika eksternal dibandingkan respons terhadap fundamental ekonomi domestik semata. Di tengah tekanan tersebut, OJK terus memantau perkembangan pasar harian untuk mengukur respons investor dan dari hasil pemantauan, resiliensi pasar domestik dinilai masih terjaga.

Baca Juga:
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Terus Berayun Ikuti Geopolitik Timur Tengah

"Aktivitas transaksi saham misalnya, tercatat masih terus menunjukkan angka yang solid dan tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian itu sudah ada di angka Rp20,66 triliun selama bulan Maret 2026," ujar Hasan.

Selain itu, likuiditas pasar juga dinilai stabil. Rentang spread bid-ask tercatat berada pada level 1,54 kali, yang menunjukkan kondisi perdagangan masih relatif baik. 

Baca Juga:
Saham Sawit (CPO) DSNG-TAPG Cs Menghijau saat IHSG Merah

Pada industri reksa dana, nilai aktiva bersih masih mencatat pertumbuhan positif. Hingga akhir Maret 2026, NAB reksa dana mencapai Rp695,71 triliun atau tumbuh 3,02 persen secara ytd.

"Selain itu pasar modal juga tetap dapat menjalankan fungsi sebagai sarana untuk mendapatkan sumber pembiayaan dengan total penghimpunan dana korporasi itu sudah ada di angka 51,96 triliun rupiah tercatat hingga akhir bulan Maret 2026 ini," tutur Hasan.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekomendasi Film dan Serial Netflix Tayang Bulan April
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hoaks Kenaikan Harga BBM Juga Terjadi di Malaysia
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sindikat Perdagangan Bayi di Deli Serdang Terungkap, 6 Tersangka Diamankan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Inggris Gelar Rapat Bersama 35 Negara Bahas Krisis Selat Hormuz
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Saham Konglomerat Unjuk Gigi Lagi, Masih Jauh dari ATH Jelang FTSE dan MSCI
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.