Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kolaborasi Fokus pada Fasilitasi Sineas, Transformasi Lembaga, dan Pelestarian Warisan Budaya
Kementerian Kebudayaan menjalin sinergi strategis dengan PT Produksi Film Negara (PFN) untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional.
Sinergi ini guna menyelaraskan program pemerintah dengan transformasi PFN sebagai fasilitator industri dan penjaga warisan budaya perfilman Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan instrumen pendukung seperti Manajemen Talenta Nasional, pendanaan, hingga fasilitasi sineas di ajang internasional.
"Kita ingin mensinergikan apa yang kita lakukan dengan PFN agar ekosistem film nasional semakin kuat,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Kamis, 2 April 2026.
Transformasi PFN sebagai Fasilitator
Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah, menegaskan bahwa PFN kini tengah bertransformasi. Alih-alih menjadi kompetitor bagi rumah produksi swasta, PFN memposisikan diri sebagai katalisator bagi para pelaku industri film.
“Kami ingin menempatkan PFN pada posisi yang tepat di industri, bukan sebagai kompetitor, tetapi sebagai fasilitator bagi pelaku film Indonesia,” ungkap Riefian.
Pembangunan Movie Creative Hub
Salah satu rencana utama dalam sinergi ini adalah pengembangan kantor PFN di Otista menjadi Movie Creative Hub. Kawasan ini akan difungsikan sebagai pusat pelatihan, pendidikan, sertifikasi kru, hingga penyediaan studio produksi dan pascaproduksi bagi sineas.
PFN berharap kawasan ini dapat menjadi kantung budaya (cultural enclave) sekaligus ruang kolaborasi terbuka antara pelaku industri dan pemerintah.
Restorasi dan Museum Film
Selain infrastruktur kreatif, fokus kerja sama juga mencakup pelestarian aset nasional. Fadli Zon menyoroti pentingnya digitalisasi dan restorasi film-film legendaris serta rencana pembangunan museum film.
Direktur Jenderal Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menambahkan bahwa proses digitalisasi akan dilakukan secara terukur.
"Kita akan identifikasi film mana yang menjadi prioritas untuk direstorasi berdasarkan urgensi dan kondisi arsipnya," jelas Ahmad.
Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga memori kolektif bangsa melalui film sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional secara signifikan.
Editor: Redaksi TVRINews





