TotalEnergies-Masdar bentuk usaha patungan energi terbarukan di Asia

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - TotalEnergies, perusahaan energi asal Prancis dan Masdar, perusahaan energi bersih asal Uni Emirat Arab, menandatangani perjanjian mengikat untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) senilai 2,2 miliar dolar AS dengan kepemilikan masing-masing 50:50.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, disebutkan JV ini akan menggabungkan portofolio energi terbarukan darat (onshore) kedua perusahaan di sembilan negara Asia, yakni Azerbaijan, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Uzbekistan.

Pembentukan JV ini dilakukan seiring meningkatnya permintaan listrik di Asia, yang diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan listrik global dalam dekade ini.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua perusahaan menargetkan percepatan pengembangan proyek energi terbarukan dalam skala besar.

Setelah transaksi rampung, JV ini akan menjadi kendaraan utama bagi TotalEnergies dan Masdar dalam mengembangkan, membangun, memiliki, dan mengoperasikan proyek energi terbarukan onshore, termasuk tenaga surya, angin, dan penyimpanan energi baterai di sembilan negara tersebut.

Secara portofolio, JV ini akan memiliki kapasitas pembangkit sebesar 3 gigawatt (GW) dari aset yang sudah beroperasi, serta 6 GW proyek dalam tahap pengembangan lanjut yang ditargetkan beroperasi pada 2030.

Kedua pihak akan menyumbangkan aset dengan nilai yang sebanding ke dalam JV tersebut.

Chairman Masdar sekaligus Menteri Industri dan Teknologi Uni Emirat Arab Sultan Al Jaber mengatakan Asia akan menjadi pusat pertumbuhan permintaan listrik global sehingga kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat ekspansi energi bersih di kawasan.

“Kolaborasi dengan TotalEnergies akan mempercepat langkah kami di Asia dan membuka peluang baru untuk menyediakan solusi energi yang kompetitif dan andal,” ujar Al Jaber.

Sementara itu, Chairman dan CEO TotalEnergies Patrick Pouyanné menyebut kerja sama ini akan memperkuat posisi kedua perusahaan di pasar energi terbarukan Asia.

“Perjanjian ini memungkinkan kami menggabungkan kekuatan untuk menciptakan nilai lebih besar dibandingkan jika berjalan sendiri,” katanya.

CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi menambahkan JV ini juga akan memperkuat posisi Abu Dhabi sebagai pusat global energi, sekaligus memperluas portofolio Masdar di pasar dengan pertumbuhan tinggi.

JV tersebut akan berkantor pusat di Abu Dhabi Global Market (ADGM) dan akan diisi sekitar 200 karyawan dari kedua perusahaan. Susunan manajemen akan diumumkan kemudian.



Baca juga: Masdar UEA: PLTS Cirata beroperasi sesuai rencana, jadi sorotan dunia

Baca juga: PHE-Petronas sepakati pengalihan hak di kontrak bagi hasil Blok Bobara

Baca juga: Masdar UEA ingin perluas investasi panas bumi di Indonesia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi: 6 Korban Kebakaran Gudang Gas Elpiji di Bekasi Dirawat di RS
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
BBW Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Jutaan Buku Berkualitas dan Diskon hingga 90 Persen
• 10 jam laluterkini.id
thumb
Polda Jatim Tegaskan Rekrutmen Polri 2026 Bebas Calo
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
KIEM Mulai Dibangun, Majalengka Bersiap Jadi Pusat Industri Baru
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Puan Dukung WFH ASN Tiap Jumat, Tekankan Layanan Publik Tetap Optimal
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.