IK (35 tahun) seorang guru laki-laki di Depok menawarkan jasa seksual sesama jenis di sebuah perumahan di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. IK diamankan warga dan diketahui dia mengidap HIV sejak 2014.
Kasus ini mencuat setelah video IK diinterogasi warga viral di media sosial. Imbas kasus ini IK diberhentikan dari sekolah.
Fitri, Wakil Kurikulum Sekolah tempat IK sempat mengajar, menjelaskan perkembangan penanganan pihak sekolah terhadap para murid-murid di sekolah tersebut. Dia menyebut para siswa dan guru sudah dilakukan skrining.
"Untuk jumlah murid itu total semua 25 sesuai dengan real adanya murid di sekolah kami 25 murid beserta 8 guru. Pada hari Selasa melakukan skrining oleh pihak Dinkes dan Puskesmas" katanya kepada kumparan, Kamis (2/4).
Menurutnya, orang tua murid sempat resah akibat viralnya oknum guru yang diduga menyediakan jasa seks tersebut dan mengidap HIV. Sehingga pihak sekolah melakukan langkah-langkah agar para orang tua bisa lebih tenang.
"Kekhawatiran itu hal yang wajar, ya, manusiawi," ujarnya.
Hasil Skrining AmanPihak sekolah pun mendapatkan edukasi langsung dari Dinas Kesehatan Kota Depok.
"Kami sudah mendapatkan edukasi juga dari Dinkes, kemudian dari puskesmas. Jadi, lebih menenangkan, baik pihak sekolah maupun wali murid serta murid-murid kami sendiri," tuturnya.
"Mengenai dari segi kesehatannya, bagaimana proses penularannya, dan lain sebagainya. Tapi, alhamdulillah, untuk muridnya insyaallah aman," tambahnya.
Ia memastikan kondisi murid-murid di sekolahnya dalam keadaan aman.
KPAD Datangi SekolahKetua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Depok Chendi Liana, mengatakan pihaknya datang hari ini ke sekolah untuk memastikan bahwa para murid yang kesehariannya berinteraksi dengan oknum tersebut dalam kondisi aman dan terlindungi.
"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak siswa yang memang kesehariannya berinteraksi dengan oknum ini semuanya sehat, aman, dan terlindungi," katanya.
"Terutama karena kita sudah tahu yang bersangkutan sejak lama terindikasi menderita HIV. Jadi, kita ingin memastikan siswa-siswa yang bersinggungan itu sudah aman," tambahnya.
KPAD Depok mengapresiasi sekolah yang sigap menangani kasus ini.
"Pihak MTs kami sangat apresiasi karena cepat menangani, yaitu pertama melakukan skrining awal bersama lembaga terkait seperti Kemenag, Dinkes, Disdik, dan DP3A2KB. Skrining awal juga disertai edukasi kepada orang tua untuk mengizinkan seluruh anaknya diperiksa, serta kepada para guru di sini," tuturnya.
Ia pun berharap kejadian ini tidak berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan terhadap murid-murid di sekolah.
"Harapannya mudah-mudahan semuanya sehat, tidak terdampak. Yang lebih penting lagi, tidak ada dampak lain yang tidak kita inginkan, misalnya terjadinya pelecehan seksual atau hal lainnya. Mudah-mudahan itu tidak terjadi di sekolah ini," tutupnya.





