FAJAR, MAKASSAR —Ajang pencarian bakat musik kembali hadir meramaikan industri hiburan Tanah Air melalui program terbaru bertajuk Band Academy.
Program ini digagas sebagai wadah bagi generasi muda berbakat untuk menunjukkan kemampuan bermusik mereka, khususnya dalam format band yang kini kembali diminati.
Direktur Programming Emtek Media, Harsiwi Ahmad, menyebut kehadiran Band Academy sebagai sebuah terobosan baru dalam dunia pertelevisian nasional.
Ia menilai program ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi Z untuk berani berkarya dan tampil di industri kreatif.
“Pencapaian ini tidak lepas dari konsistensi dalam menghadirkan konten yang beragam dan berkualitas,”tuturnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan posisi di tengah ketatnya persaingan televisi nasional menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Lebih lanjut, ia mengaku bersyukur atas rekam jejak positif yang terus dipertahankan hingga saat ini. Hal ini menjadi motivasi bagi tim untuk terus menghadirkan program-program yang relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu juri Band Academy, Anang Hermansyah, menilai Indonesia memiliki kekayaan talenta luar biasa yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari ribuan pulau hingga puluhan ribu desa.
Menurutnya, anak muda Indonesia memiliki keinginan besar untuk berkiprah di industri hiburan dan kreatif.
“Band Academy menjadi salah satu upaya nyata untuk memberikan ruang bagi mereka agar bisa berkembang,”tuturnya.
Anang juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam industri hiburan saat ini. Ia menekankan bahwa pelaku industri tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus saling bergandengan tangan untuk menciptakan ekosistem yang sehat.
Di tengah pesatnya perkembangan media sosial, ia menilai potensi anak muda semakin besar untuk dikenal luas. Namun, tanpa dukungan industri yang solid, potensi tersebut tidak akan maksimal.
Sementara itu, juri lainnya, Tantri Kotak, menyebut langkah tersebut sebagai keputusan besar yang patut didukung demi kemajuan industri kreatif.
Tantri juga menyinggung perjalanan kariernya bersama band Kotak yang lahir dari ajang pencarian bakat. Ia mengaku pengalaman tersebut menjadi titik awal penting dalam kariernya di dunia musik.
Bahkan, ia mengungkapkan bahwa sosok Ario Bayu (dalam konteks pencarian bakat yang ia maksud) menjadi salah satu pihak yang pertama kali melihat potensinya sebagai penyanyi.
“Nah ini menjadi momen berharga yang tidak terlupakan dalam hidup saya. Berharap Band Academy dapat melahirkan talenta-talenta baru yang tidak hanya berbakat, tetapi juga mampu bertahan di industri musik yang kompetitif,” tuturnya.
Head Coach Band Academy, Badai, menekankan pentingnya menjaga karakter asli setiap band. Menurutnya, originalitas adalah kekuatan utama yang tidak boleh diintervensi secara berlebihan.
Namun, ia menjelaskan bahwa peran mentor adalah membantu para peserta untuk tampil maksimal, baik dari segi aransemen maupun kualitas penampilan di atas panggung.
“Saya Pribadi kagum terhadap para peserta audisi yang didominasi usia muda, bahkan masih berkisar 16 hingga 17 tahun. Meski demikian, kemampuan mereka dinilai sudah sangat matang dan kompetitif,” tuturnya.
Ia memastikan bahwa 30 band yang terpilih merupakan yang terbaik dengan karakter masing-masing.
Meski hanya satu yang akan menjadi juara, ia percaya banyak di antara mereka yang tetap berpotensi besar untuk sukses di industri musik Indonesia. (wis)





