Jangan Panaskan 7 Makanan Ini, Bisa Picu Gangguan Pencernaan hingga Keracunan!

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kebiasaan memanaskan makanan memang praktis, apalagi kalau buru-buru ya, Moms. Namun tidak semua makanan aman dipanaskan ulang. Beberapa justru bisa berubah struktur nutrisinya, menimbulkan racun, atau meningkatkan risiko keracunan makanan.

Berikut beberapa makanan yang tidak disarankan untuk dipanaskan kembali dan alasannya, dikutip dari laman NHS UK dan USDA.

7 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanaskan

1. Bayam dan Sayuran Berdaun Hijau

Bayam, selada, atau sawi mengandung nitrat tinggi. Ketika dipanaskan ulang, nitrat bisa berubah menjadi nitrit dan nitrosamin, senyawa yang berpotensi berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, kualitas vitaminnya juga menurun signifikan.

2. Jamur Masak

Jamur sebaiknya dikonsumsi segera setelah dimasak. Protein dan komponen organiknya sensitif terhadap perubahan suhu. Memanaskannya berulang kali bisa memicu perubahan senyawa yang menyebabkan gangguan pencernaan.

3. Kentang

Kentang yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang lalu dipanaskan ulang berisiko menjadi tempat berkembang biaknya Clostridium botulinum. Ini dapat memicu keracunan makanan jika penyimpanannya tidak tepat.

4. Telur

Telur matang, terutama telur rebus atau telur orak-arikan, tidak disarankan dipanaskan ulang. Suhu tinggi dapat memengaruhi komposisinya dan membuatnya lebih sulit dicerna, serta meningkatkan risiko tumbuhnya bakteri jika sebelumnya tidak disimpan dengan benar.

5. Nasi

Nasi yang dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama bisa menjadi sarang bakteri Bacillus cereus, yang tetap bertahan meski dipanaskan kembali. Makanan ini dapat menyebabkan gejala keracunan seperti mual dan diare.

6. Ayam

Ayam mengandung protein kompleks yang berubah struktur saat dipanaskan berulang kali. Ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan menurunkan kualitas nutrisi. Risiko makin tinggi jika penyimpanannya tidak tepat.

7. Masakan Bersantan

Masakan seperti opor, gulai, atau kari mengandung santan yang kaya lemak. Ketika dipanaskan berulang kali, struktur lemaknya dapat berubah sehingga membuat masakan lebih mudah basi dan berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan.

Selain itu, santan yang sudah terkena udara dan disimpan lama lebih cepat mengalami oksidasi, sehingga kualitas rasanya menurun dan risiko kontaminasi meningkat jika tidak disimpan dalam suhu yang tepat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stasiun Pengisian Gas di Bekasi Terbakar, 12 Orang Terluka
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Gempa Bumi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, 7 Wilayah Berpotensi Siaga Tsunami!
• 14 jam laludisway.id
thumb
BNI Terapkan Jadwal Operasional Terbatas Selama Libur Paskah 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
4.500 Personel Disiagakan untuk Amankan Paskah di Jakarta dan Sekitarnya
• 6 menit lalukompas.tv
thumb
Kepala BNPB: Sirine di Maluku Utara Berfungsi, Sistem Peringatan Dini Bencana Berjalan Baik
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.