Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengambil langkah cepat dengan membentuk tim khusus untuk menghitung dan memverifikasi dampak kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026 hari ini. Di mana, hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BNPB, Suharyanto.
Ia mengatakan, bahwa proses pendataan saat ini masih berlangsung dan akan terus diperbarui seiring waktu.
“Hari ini baru terkumpul sebagian. Semakin hari, semakin waktunya berjalan, ini semakin lengkap dan semakin sempurna,” kata Suharyanto
Lebih lanjut, ia mengatakan selain penghitungan kerusakan, pemerintah juga memprioritaskan penanganan langsung kepada masyarakat terdampak.
Oleh karenanya, ia meminta agar seluruh jajaran di daerah dapat bergerak cepat memastikan bantuan dan kebutuhan dasar dapat segera diterima warga.
Petugas dari BPBD bersama Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia diterjunkan untuk menjangkau wilayah terdampak sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
“Di sisi lain, apabila ada masyarakat terdampak yang mendapat kesusahan atau asetnya atau rumahnya rusak, segera bisa dilaporkan dan dilakukan penggantian,” ujarnya.
BNPB juga menyiapkan langkah lanjutan dengan mengirim tim gabungan dari pusat ke lokasi terdampak guna memastikan penanganan berjalan maksimal.
“Sesuai petunjuk Bapak Presiden lewat Sekretaris Kabinet, kami tim gabungan dari pusat di bawah koordinasi BNPB ini akan segera hadir, baik di Maluku Utara dan Sulawesi Utara,” tegas dia.
Setelah tiba di lokasi, tim akan melakukan koordinasi lanjutan untuk merumuskan strategi penanganan yang lebih detail bersama pemerintah daerah.
“Ini adalah rapat awal nanti sesampainya kami disana kita akan rapat lebih rinci dan detail untuk membahas, untuk menemukan dan untuk menyelesaikan segala permasalahan penanggulan bencana yang ada di daerah,” kata Suharyanto.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan bencana sekaligus memastikan bantuan dan pemulihan berjalan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.
Editor: Redaksi TVRINews





