JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi V DPR Fraksi Golkar Hamka Baco Kady mengatakan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang sedang dilakukan pemerintah harus dibarengi dengan pembenahan transportasi publik.
“Kalau kita ingin menekan konsumsi BBM, maka transportasi publik harus dibenahi secara serius. Masyarakat perlu diberikan alternatif yang layak selain kendaraan pribadi,” ujar Hamka dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Pemerintah Tahan Harga BBM, Perbaikan Transportasi Umum Didorong
Hamka menilai, salah satu penyebab tingginya konsumsi BBM adalah masih dominannya penggunaan kendaraan pribadi.
Dia meyakini masyarakat masih memilih kendaraan pribadi karena kondisi transportasi umum yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kenyamanan, keamanan, maupun ketepatan waktu.
Hamka lantas mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap sistem transportasi publik.
Dia menekankan, peningkatan transportasi publik tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada aspek pelayanan dan pengelolaan yang lebih profesional.
“Kementerian Perhubungan harus memastikan bahwa transportasi publik tidak hanya tersedia, tetapi juga nyaman, aman, dan tepat waktu,” ucapnya.
Baca juga: Risiko APBN Lebih Besar Jika Harga BBM Ditahan, Pemerintah Perlu Kendalikan Konsumsi
Lebih jauh, Hamka menekankan pentingnya pengembangan sistem transportasi massal yang terintegrasi antar moda.
Dia menilai, integrasi tersebut akan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan, sehingga dapat mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Integrasi antarmoda itu penting. Kalau sistemnya terhubung dengan baik, masyarakat akan lebih tertarik menggunakan transportasi publik,” jelas Hamka.
Bila transportasi baik, masyarakat beralih sendiriHamka juga mengingatkan bahwa kebijakan pengurangan konsumsi BBM harus diiringi dengan perubahan pola mobilitas masyarakat.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah perlu menghadirkan sistem transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Kalau transportasi publik sudah baik, masyarakat pasti akan beralih dengan sendirinya,” katanya.
Hamka berharap, konsumsi BBM dapat ditekan secara bertahap. Selain itu, perbaikan transportasi publik juga mampu mengurangi kemacetan, serta dampak negatif terhadap lingkungan.
Sementara itu, Hamka mengapresiasi keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi pada 1 April 2026 kemarin.
“Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM patut diapresiasi karena dapat membantu menjaga daya beli masyarakat,” imbuh Hamka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




