Krisis Energi Global Memanas, DEN Ajak Masyarakat Bijak Gunakan BBM

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pemerintah bersama Pertamina disebut terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak energi global. Di tengah situasi tersebut, masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.
 
Anggota Dewan Energi Nasional, M. Kholid Syeirazi, menilai kondisi energi Indonesia saat ini masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Ia mencontohkan, harga BBM di beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, dan Laos telah melonjak signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, di Indonesia, kondisi masih lebih terkendali baik dari sisi harga maupun ketersediaan pasokan.
 
Baca juga: Bukan April Mop, Harga BBM Tidak Naik!

Menurutnya, stok BBM nasional saat ini juga berada di atas 20 hari, melampaui batas minimal cadangan operasional yang ditetapkan oleh BPH Migas.
 
Kholid menekankan sikap tenang dari masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi. Kepanikan, terutama dalam bentuk aksi pembelian berlebihan atau penimbunan, justru berpotensi memperburuk situasi.

Ia juga mengingatkan kondisi pasar energi global saat ini memang sedang tertekan, salah satunya dipicu oleh konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi tersebut berdampak langsung pada pasokan dan harga minyak dunia.
 
Dalam konteks ini, Kholid menilai masyarakat perlu memiliki kesadaran terhadap situasi krisis (sense of crisis), termasuk dalam penggunaan energi secara lebih bijak.
 
Selain itu, ia juga menyoroti potensi tekanan terhadap anggaran negara akibat lonjakan harga minyak. Setiap kenaikan harga minyak sebesar USD1 per barel, menurutnya, dapat menambah beban subsidi dan kompensasi hingga sekitar Rp10,3 triliun.
 
Dengan harga minyak yang saat ini telah menembus level di atas USD100 per barel, pemerintah dihadapkan pada dilema fiskal. Salah satu opsi yang ditempuh adalah melakukan penyesuaian harga BBM untuk mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.
 
”Solusinya bagaimana? Sebagian harus dialihkan kepada masyarakat dalam bentuk  kenaikan harga BBM,” ucapnya.
 
Pandangan serupa disampaikan anggota DPR RI, Sartono Hutomo. Ia mengapresiasi langkah Pertamina dalam menjaga pasokan energi di tengah situasi global yang tidak menentu.
Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan transparan kepada publik. Informasi terkait ketersediaan stok BBM, menurutnya, harus disampaikan secara terukur agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
 
Sartono juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu kenaikan harga BBM.
 
Ia menegaskan bahwa tindakan seperti penimbunan justru dapat mengganggu distribusi dan berdampak negatif bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi pemerintah atau Pertamina.
 
Di tengah tekanan global, stabilitas energi nasional tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah dan pelaku industri, tetapi juga pada kedewasaan masyarakat dalam menyikapi situasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Macron: Operasi Militer di Selat Hormuz Tidak Realistis
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Jatim Panggil Arema & Persebaya, Kans Derby Jatim Digelar di Kanjuruhan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Daop 8 Surabaya Catat 3.508 Wisatawan Asing Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran 2026
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Laporan AFBA dan Oxford Economics Sebut Agribisnis Indonesia Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Persiapan TKA Berbasis Komputer Masuki Tahap Akhir
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.