Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Italia mengalami pukulan telak setelah tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 untuk ketiga kalinya secara beruntun, sebuah situasi yang memicu beragam reaksi dari dunia sepak bola.
Tim berjuluk Azzurri itu kalah melalui adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina dalam final play-off UEFA yang berlangsung di Zenica, Rabu, 1 April 2026 waktu Tanah Air.
Kekalahan ini memastikan Italia kembali absen dari panggung dunia, memperpanjang krisis dalam sepak bola negara tersebut. Kini, juara dunia empat kali itu sudah hattrick absen Piala Dunia.
Pelatih Timnas Italia Gennaro Gattuso mengaku sangat terpukul dengan hasil tersebut. Ia menilai timnya telah berjuang maksimal, bahkan mampu menciptakan sejumlah peluang meski bermain dengan sepuluh pemain.
“Hasil ini sangat menyakitkan. Para pemain sudah bekerja keras dan memberikan segalanya. Kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujar Gattuso yang dikutip tvrinews.com dari laman resmi FIFA, Kamis, 2 April 2026.
Legenda Timnas Italia Gianluigi Buffon juga angkat bicara, menilai situasi ini sebagai momen sulit yang membutuhkan refleksi mendalam sebelum mengambil langkah selanjutnya. Ia menegaskan akan tetap mendampingi tim hingga Juni.
"Ini momen yang sulit, dan penting untuk meluangkan waktu yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat. Musim akan berakhir pada bulan Juni, dan sampai saat itu, sudah sepatutnya saya bersedia untuk Federasi, presiden, dan semua orang yang telah mempercayai saya," ucap Buffon.
“Kami senang jika Anda telah melihat beberapa kemajuan, tetapi tujuan utama kami adalah lolos ke Piala Dunia. Saat ini, itulah yang menyakitkan, dan itu dapat memaksa Anda untuk membuat keputusan yang terburu-buru dan berpikir irasional. Saya akan berhenti sampai di situ. Saya akan bersama tim sampai Juni,” kata Buffon menambahkan.
Kapten Timas Italia Gianluigi Donnarumma mengungkapkan kesedihannya melalui media sosial. Ia mengaku menangis karena gagal membawa Italia kembali ke Piala Dunia, serta merasakan kekecewaan besar yang juga dirasakan seluruh tim dan pendukung.
"Saya menangis tadi malam setelah pertandingan. Saya menangis karena frustrasi karena tidak mampu membawa Italia kembali ke tempatnya semula. Saya menangis karena kesedihan yang luar biasa yang saya rasakan, bersama seluruh skuad Azzurri, yang dengan bangga saya kapteni," tutur Donnarumma.
Editor: Redaktur TVRINews





