TABLOIDBINTANG.COM - Kisah dibuka dengan suasana sunyi di sebuah kantor pengacara. Diandra tampak duduk lemah di hadapan seorang pengacara paruh baya.
Tangannya bergetar, menahan emosi yang selama ini dipendam. Dengan suara lirih, Diandra akhirnya mengungkap niat besarnya, mengajukan gugatan cerai.
Dengan penuh luka, Diandra mengaku bahwa pernikahannya selama ini hanyalah bagian dari balas dendam sang suami. Pengakuan itu pun membuat suasana semakin pilu.
Keesokan harinya, suasana berubah menjadi lebih hangat saat Freya bersiap menjalani hari pertamanya di sekolah.
Dengan seragam rapi dan wajah penuh semangat, Freya tampak begitu bahagia. Diandra pun sudah siap mengantarnya.
Namun, kebahagiaan itu terasa belum lengkap. Freya berharap bisa diantar oleh kedua orang tuanya sekaligus. Permintaan polos itu membuat Diandra terdiam bingung.
Di saat itulah, Melisa muncul bersama Dimitri. Dengan langkah terpincang-pincang, Melisa seolah menunjukkan kondisinya yang masih kesakitan.
Melisa kemudian memberi alasan bahwa Dimitri tidak bisa mengantar Freya karena harus menemaninya kontrol ke rumah sakit.
Situasi pun berubah canggung. Di tengah ketegangan itu, Freya tiba-tiba melontarkan ucapan polos yang justru menohok semua orang.
Freya mengingatkan bahwa seorang suami dan ayah seharusnya lebih mengutamakan istri dan anaknya dibanding orang lain.
Seketika, suasana menjadi hening. Tak ada satu pun yang mampu menjawab, sementara kata-kata Freya menggantung penuh makna.
Akankah keputusan Diandra untuk bercerai menjadi jalan terbaik? Dan mampukah Dimitri menyadari kesalahannya setelah ucapan jujur dari sang anak?




