Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mempercepat siklus pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) semakin tepat waktu dan tepat sasaran.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, percepatan dilakukan dengan memajukan jadwal penerimaan data DTSEN dari sebelumnya setiap tanggal 20 menjadi tanggal 10 di setiap triwulan.
"Biasanya data kita terima tanggal 20, sekarang kita majukan jadi tanggal 10. Mulai 10 April dan seterusnya, setiap tanggal 10 kami terima hasil pemutakhiran yang akan menjadi pedoman penyaluran bansos setiap bulan," ujar Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian Sosial, pada Kamis, 2 April 2026.
Menurutnya, percepatan ini memberikan waktu lebih panjang bagi pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial, sehingga diharapkan persentase penyaluran dapat terus meningkat.
Pada triwulan I 2026, penyaluran bansos untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako tercatat telah mencapai lebih dari 96 persen.
"Ini hasil kerja keras semua pihak karena penyaluran bansos membutuhkan upaya yang tidak mudah agar bisa tepat sasaran," ucapnya.
Kemudian Saifullah Yusuf menjelaskan, penyaluran bansos dilakukan melalui dua jalur, yakni perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) serta PT Pos Indonesia.
Untuk triwulan II 2026, Kemensos menargetkan penyaluran bansos periode April hingga Juni dapat berjalan lebih tepat waktu dengan kualitas data yang semakin solid.
Ia juga mengingatkan para penerima manfaat agar menggunakan bantuan secara bijak sesuai peruntukannya. Selain itu, pemerintah mendorong penerima bansos untuk ikut dalam program pemberdayaan sosial agar dapat mandiri ke depan.
"Kami mengajak secara bertahap agar keluarga penerima manfaat bisa ikut program pemberdayaan sehingga ke depan lebih mandiri," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pihaknya terus melakukan konsolidasi data untuk pemutakhiran DTSEN yang akan menjadi dasar penyaluran bansos triwulan II 2026.
"Kami melakukan konsolidasi data untuk persiapan DTSEN triwulan II yang nantinya menjadi basis penyaluran bansos," kata Amalia.
Editor: Redaktur TVRINews





