Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Mohammed Al Budaiwi mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keamanan navigasi internasional, di tengah terhentinya pelayaran melalui Selat Hormuz.
"Kami menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk bertanggungjawab penuh dan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keberlanjutan navigasi internasional yang aman,” ujar Al Budaiwi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis.
Ia juga menyerukan kepada Dewan untuk memasukkan negara-negara Teluk dalam setiap diskusi atau perjanjian dengan Iran, guna memperkuat keamanan regional dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Blokade Selat Hormuz adalah buntut dari konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Selain melancarkan serangan balasan, Iran kini mengendalikan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar global itu.
Penutupan Selat Hormuz telah memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, hingga memicu kenaikan harga energi global.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Teheran: Selat Hormuz terbuka untuk dunia, tertutup untuk musuh Iran
Baca juga: Negara Teluk kaji proyek pipa energi untuk hindari Selat Hormuz
Baca juga: Prancis bantu Bahrain susun resolusi Selat Hormuz di DK PBB
"Kami menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk bertanggungjawab penuh dan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keberlanjutan navigasi internasional yang aman,” ujar Al Budaiwi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis.
Ia juga menyerukan kepada Dewan untuk memasukkan negara-negara Teluk dalam setiap diskusi atau perjanjian dengan Iran, guna memperkuat keamanan regional dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Blokade Selat Hormuz adalah buntut dari konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Selain melancarkan serangan balasan, Iran kini mengendalikan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar global itu.
Penutupan Selat Hormuz telah memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, hingga memicu kenaikan harga energi global.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Teheran: Selat Hormuz terbuka untuk dunia, tertutup untuk musuh Iran
Baca juga: Negara Teluk kaji proyek pipa energi untuk hindari Selat Hormuz
Baca juga: Prancis bantu Bahrain susun resolusi Selat Hormuz di DK PBB





