Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur.
Langkah ini diambil untuk mengurangi beban konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional tanpa mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto, menjelaskan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari upaya cepat pemerintah dalam merespons dinamika konsumsi energi saat ini.
"WFH ini murni langkah taktis jangka pendek, sebuah quick relief untuk menekan konsumsi BBM harian, tanpa sedikit pun mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik," ujar Nico dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4).
Penjelasan tersebut muncul sebagai tanggapan atas opini yang dilontarkan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Sebelumnya, Jusuf Kalla menilai bahwa WFH bukan merupakan jalan keluar yang efektif untuk menurunkan angka konsumsi BBM.
Menanggapi masukan tersebut, Nico menyatakan bahwa pemerintah sangat menghargai perspektif dari para tokoh bangsa, termasuk Jusuf Kalla. Masukan tersebut dipandang sebagai catatan penting dalam proses penyempurnaan kebijakan negara.
Lebih lanjut, Nico memaparkan bahwa WFH hanyalah salah satu instrumen di antara berbagai solusi fundamental yang sedang disiapkan pemerintah dalam jangka menengah dan panjang.
Strategi besar tersebut meliputi percepatan pembentukan ekosistem kendaraan listrik, transisi menuju bioenergi B50, hingga optimalisasi produksi serta infrastruktur BBM di dalam negeri.
Menurut Nico, seluruh inisiatif ini bertujuan untuk menjaga agar ekonomi nasional tetap stabil di tengah tantangan krisis energi global.
"Krisis hari ini kita urai dengan cepat tanpa mengorbankan stabilitas perekonomian nasional, sembari terus membangun kedaulatan energi masa depan," tegasnya.
Sebelumnya, Jusuf Kalla sempat mengutarakan keraguannya terhadap efektivitas WFH dalam menghemat energi.
Ia berpendapat bahwa meskipun konsumsi BBM di jalan menurun, penggunaan energi listrik di rumah-rumah tetap berjalan.
Selain itu, Jusuf Kalla mengingatkan agar aspek produktivitas tetap menjadi prioritas utama dan WFH tidak boleh menjadi alasan bagi ASN untuk menurunkan performa kerja di tengah situasi ekonomi yang menantang. (ant/dpi)




