Pantau - Prancis dilaporkan memberikan saran kepada Bahrain terkait penyusunan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) guna mengizinkan penggunaan kekuatan demi membuka kembali Selat Hormuz yang terdampak konflik kawasan.
Informasi tersebut dilaporkan Politico pada Kamis, 1 April, dengan mengutip diplomat anonim.
Sebelumnya, Financial Times pada 27 Maret melaporkan bahwa Uni Emirat Arab dan Bahrain tengah mengupayakan resolusi DK PBB untuk memulihkan pelayaran di jalur strategis tersebut.
Seorang diplomat anonim mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot telah bertemu dengan mitranya dari Bahrain serta pejabat negara-negara Teluk lainnya pada 25 Maret.
Ia menyatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peluang adopsi resolusi serta memastikan implementasinya berjalan efektif.
Namun, sumber diplomatik menyebut Rusia dan China kemungkinan akan menentang upaya tersebut di Dewan Keamanan.
Eskalasi Konflik Picu Krisis Selat HormuzKetegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, pada 28 Februari.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan menewaskan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Rangkaian serangan balasan tersebut memicu eskalasi konflik yang berujung pada blokade de facto di Selat Hormuz.
Dampak Global terhadap Energi dan PelayaranSelat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair ke pasar global.
Blokade yang terjadi berdampak langsung terhadap ekspor dan produksi energi di kawasan tersebut.
Kondisi ini juga mendorong kenaikan harga energi di pasar global akibat terganggunya pasokan.
Upaya diplomatik melalui resolusi DK PBB kini menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk meredakan krisis dan memulihkan jalur pelayaran internasional.




