Penulis: Mia
TVRINews, Kepulauan Bangka Belitung
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat adanya peningkatan Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026. Angka NTP tercatat sebesar 154,86 atau naik 0,33 persen dibandingkan Februari yang berada di level 154,36.
Kepala BPS Bangka Belitung, Sugeng Arianto, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,72 persen, meskipun di sisi lain biaya konsumsi dan produksi juga mengalami kenaikan.
“Indeks Nilai Tukar Petani atau NTP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Maret 2026 tercatat sebesar 154,86 atau mengalami kenaikan tipis sebesar 0,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh penguatan di hampir seluruh subsektor kecuali tanaman pangan dan perkebunan rakyat, yang menempatkan Bangka Belitung di posisi kelima tertinggi di Pulau Sumatra,” ungkap Sugeng Arianto.
Kenaikan biaya yang harus ditanggung petani dipengaruhi oleh naiknya harga sejumlah komoditas, seperti daging ayam ras, bensin, dan cumi-cumi. Selain itu, pergerakan inflasi pangan juga memiliki hubungan erat dengan fluktuasi NTP, terutama pada subsektor hortikultura dan tanaman pangan.
Sejalan dengan itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mengalami peningkatan. Pada Maret 2026, NTUP tercatat sebesar 152,82 atau naik 0,28 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada sektor hortikultura yang tumbuh 4,31 persen, disusul sektor peternakan sebesar 3,62 persen.
Meski mayoritas subsektor menunjukkan tren positif, tekanan masih dirasakan pada subsektor perkebunan rakyat yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,13 persen. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya biaya produksi hingga 0,44 persen, terutama akibat kenaikan harga pupuk seperti Urea dan TSP yang membebani para pekebun.
Secara keseluruhan, tren kenaikan NTP ini mencerminkan daya beli petani yang relatif membaik, meski tetap dihadapkan pada tantangan kenaikan biaya produksi di lapangan.
Editor: Redaktur TVRINews





