JAKARTA, KOMPAS.TV - Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di tengah konflik Timur Tengah yang terus memanas. Kepala Laboratorium Indonesia 2045, Jaleswari Pramodhawardani, menegaskan bahwa tragedi ini tidak bisa disikapi dengan kecaman semata.
Menurutnya mengecam dan mendorong investigasi saja tentu tidak cukup. Sebab, ini melanggar Hukum Humaniter Internasional.
Jaleswari mempertanyakan langkah konkret yang bisa diambil Indonesia di tengah konflik global yang kompleks. Menurutnya, posisi Indonesia saat ini justru berada dalam dilema, terutama setelah bergabung dalam BOP.
"Secara tidak sadar, kita sudah menjerat diri kita untuk tidak memikirkan bahwa tanda tangan kita itu akan punya implikasi ke depannya. BOP ini kan, Trump di dalamnya. Posisi kita serba salah,” katanya.
Keanggotaan Indonesia dalam BOP pun dinilai perlu dievaluasi, karena berpotensi bertentangan dengan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia. Jaleswari juga menyoroti implikasi geopolitik dari posisi Indonesia yang kini duduk satu meja dengan Donald Trump.
Di tengah situasi ini, muncul dorongan dari DPR agar pemerintah mengambil langkah lebih tegas.
"Saya rasa saya setuju dengan apa yang sedang terjadi beberapa hari ini. Yaitu kawan-kawan DPR sebagian itu meminta pemerintah untuk mengevaluasi anggota kita BOP. Bahkan kalau bisa lebih tegas lagi, kita menarik semua pasukan kita,” pungkasnya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/9DI00APczvU
#iran #USA #indonesia
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- iran
- israel
- TNI
- Prajurit
- Lebanon





