Moskow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud pada Kamis (2/4) mengatakan bahwa gangguan pada produksi dan distribusi energi yang diakibatkan oleh krisis Timur Tengah (Timteng) berdampak pada keamanan energi global.
Dalam percakapan telepon, kedua pemimpin tersebut membahas sejumlah isu terkait krisis di Timur Tengah, seperti disampaikan Kremlin dalam sebuah pernyataan.
Menurut Kremlin, kedua pihak menyatakan kekhawatiran mendalam atas memburuknya situasi militer dan politik di kawasan tersebut, jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil, serta kerusakan infrastruktur strategis.
Mereka menekankan perlunya penghentian segera permusuhan serta meningkatkan upaya politik dan diplomatik untuk mencapai resolusi jangka panjang atas konflik itu yang menghormati kepentingan sah semua pihak, menurut pernyataan tersebut.
Kedua pemimpin itu juga menyoroti pentingnya upaya gabungan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan para mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+ untuk menstabilkan pasar minyak global.
Dalam percakapan telepon, kedua pemimpin tersebut membahas sejumlah isu terkait krisis di Timur Tengah, seperti disampaikan Kremlin dalam sebuah pernyataan.
Menurut Kremlin, kedua pihak menyatakan kekhawatiran mendalam atas memburuknya situasi militer dan politik di kawasan tersebut, jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil, serta kerusakan infrastruktur strategis.
Mereka menekankan perlunya penghentian segera permusuhan serta meningkatkan upaya politik dan diplomatik untuk mencapai resolusi jangka panjang atas konflik itu yang menghormati kepentingan sah semua pihak, menurut pernyataan tersebut.
Kedua pemimpin itu juga menyoroti pentingnya upaya gabungan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan para mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+ untuk menstabilkan pasar minyak global.





