Trump Sebut AS Bakal Serang Iran Hingga Kembali ke Zaman Batu, Pakar Ingatkan Hal Ini

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan ancaman kepada Iran pada Rabu waktu setempat. Dalam pernyatannya Trump memperingatkan Iran bahwa ia akan memborbardir negara itu hingga kembali ke zaman ‘batu’.

Pernyataan ini juga ditegaskan kembali oleh Menteri Perang AS, Pete Hegseth di akun media sosial X miliknya.

Baca Juga :
Trump: AS Akan Serang Iran dengan Keras Sampai Kembali ke Zaman Batu
Kritik Trump, Macron Sebut Membuka Selat Hormuz Secara Paksa Tidak Realistis

“Kembali ke Zaman Batu,” tulis Hegseth seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Jumat 3 April 2026.

Istilah membombardir hingga ke zaman batu biasanya merujuk pada serangan karpet (carpet bombing), yaitu menghancurkan seluruh infrastruktur modern suatu wilayah hingga kembali ke kondisi yang sangat primitif.

Namun, ancaman seperti yang disampaikan Trump ini bukan hal baru. Pernyataan tersebut justru melanjutkan pola lama kebijakan Washington yang selama puluhan tahun kerap mengancam akan melakukan pemboman besar-besaran dalam berbagai kampanye militernya dan dalam banyak kasus, ancaman itu benar-benar diwujudkan.

Ancaman Trump untuk Iran

Dalam pidato utamanya yang disiarkan pada prime time news, Trump mengatakan bahwa AS akan menyerang Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan mengembalikan mereka ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada,” kata dia.

Trump juga menyebut bahwa pembicaraan masih berlangsung dan menambahkan bahwa konflik ini bisa berakhir dalam rentang waktu yang sama.

Perang yang sedang berlangsung terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan. Teheran kemudian membalas dengan menargetkan Israel dan negara-negara Teluk.

Sejauh ini, lebih dari 2.000 warga Iran dilaporkan tewas dalam konflik tersebut. Ribuan fasilitas umum termasuk rumah sakit, sekolah, universitas, dan pabrik farmasi telah diserang oleh Israel dan Amerika Serikat.

Profesor keamanan global dari Universitas Oxford, Janina Dill  mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jika ancaman zaman batu dari Trump berarti menghancurkan bangunan dan infrastruktur yang menjadi ciri masyarakat modern, maka hal itu ilegal.

“Ini akan melanggar hukum karena berarti serangan diarahkan ke objek sipil,” ujarnya.

Baca Juga :
Iran Peringati AS soal Invasi Darat: Musuh Tak Boleh Ada yang Selamat
Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tertutup Bagi Musuh
ASN Malaysia WFH Mulai 15 April di Tengah Krisis BBM, Suhu AC Kantor Dibatasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Minta Jabar, Jateng, Papua Pegunungan Siaga Hujan Lebat Jumat 3 April 2026
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Manipulasi Saham Disorot, OJK Jatuhkan Denda Rp96,32 Miliar ke 233 Pihak
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Saat Desakan Usut Kasus Andrie Yunus Menggema di Tengah Aksi Kamisan ke-902
• 5 jam lalukompas.com
thumb
BRI Super League: Jelang Bertandang ke Markas Madura United, Borneo FC Enggan Terpeleset
• 17 jam lalubola.com
thumb
Dirut Bulog: Pembangunan 100 gudang baru perkuat pangan nasional
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.