Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyampaikan desakan kuat agar segera dilakukan deeskalasi dan penghentian kekerasan di tengah berkecamuknya operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Guterres memperingatkan bahwa situasi saat ini telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan bagi stabilitas dunia. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Kamis (2/4).
"Kita berada di ambang perang yang lebih luas yang akan melanda seluruh Timur Tengah dengan dampak dramatis di seluruh dunia. Jika genderang perang terus berbunyi, eskalasi hanya akan memperburuk dampak konflik ini," ujar Guterres.
“Lingkaran kematian dan kehancuran harus dihentikan," tambahnya.
Pemimpin tertinggi PBB tersebut menekankan pentingnya dukungan internasional agar upaya penyelesaian konflik secara damai dapat membuahkan hasil.
Secara khusus, Guterres kembali meminta pihak Amerika Serikat dan Israel untuk mengakhiri serangan yang telah memicu penderitaan luar biasa bagi warga sipil serta membawa konsekuensi yang merusak.
Di sisi lain, ia juga mengimbau pihak Iran untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan lanjutan di kawasan Teluk Persia.
Ketegangan ini memuncak setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer pada 28 Februari lalu yang menyasar berbagai titik di Iran, termasuk wilayah Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta memakan korban jiwa dari kalangan sipil.
Menanggapi hal itu, Iran melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah, meliputi Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Eskalasi yang kian memanas di sekitar Iran ini berdampak langsung pada terganggunya jalur logistik global, terutama blokade di Selat Hormuz.
Jalur ini merupakan urat nadi utama pengiriman minyak bumi serta gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar internasional, yang kini memicu lonjakan harga energi di tingkat dunia. (ant/dpi)



