Trump Klaim Presiden Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Membantah Keras

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu 1 April 2026 bahwa presiden Iran telah meminta gencatan senjata tetapi bersikeras bahwa Iran harus terlebih dahulu membuka kembali Selat Hormuz.

Klaim tersebut diutarakan Trump menjelang pidato nasional yang diperkirakan akan membahas keadaan perang.

Baca Juga :

Trump Bakal Tarik Pasukan dari Iran dalam 2-3 Pekan Lagi
Teheran membantah bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah meminta gencatan senjata dengan Washington, dan mengumumkan pada Rabu malam serangkaian serangan rudal dan drone lainnya yang menargetkan Israel dan pangkalan AS di Teluk.

“Amerika Serikat akan mempertimbangkan gencatan senjata ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih. Sampai saat itu, kita akan menghancurkan Iran hingga musnah atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke zaman batu!" tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis 2 April 2026.

Unggahan tersebut muncul menjelang pidatonya yang disiarkan televisi pukul 21.00 Kamis waktu setempat, pidato pertamanya sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari memicu perang dan krisis energi global.

Teheran mengatakan, “tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang,” dan wartawan AFP melaporkan ledakan besar di ibu kota Iran pada hari Rabu.

Nada bicara Trump telah berubah-ubah antara agresif dan damai sejak perang dimulai. Pada hari Selasa, ia mengatakan konflik yang berlangsung selama sebulan itu bisa berakhir dalam "dua minggu, mungkin tiga".

Pezeshkian sebelumnya mengatakan Iran memiliki "kemauan yang diperlukan" untuk gencatan senjata, tetapi hanya jika musuh-musuhnya menjamin permusuhan tidak akan berlanjut.

Menjelang pidato Trump, presiden Iran bertanya kepada rakyat Amerika Serikat apakah konflik tersebut benar-benar mengutamakan "Amerika", menuduh Washington melakukan kejahatan perang dan dipengaruhi oleh Israel.

Garda Revolusi Iran berjanji pada hari Rabu untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup bagi "musuh-musuh" negara itu.

Seperlima dari minyak global biasanya melewati selat sempit tersebut, dan penutupan efektifnya telah menyebabkan harga energi melonjak.

Garda Nasional juga mengkonfirmasi bahwa mereka mengenai sebuah kapal tanker minyak di Teluk yang menurut mereka milik Israel. Sebuah badan keamanan maritim Inggris mengatakan kapal tersebut dihantam di lepas pantai Qatar, melaporkan kerusakan tetapi tidak ada korban jiwa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reaksi Spontan Raffi Ahmad, Dedi Mulyadi Minta Dicarikan Jodoh
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Dewas KPK Tindak Lanjuti Laporan soal Pengalihan Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
JK soal 3 TNI Gugur di Lebanon: Tak Ada Urusan BOP, Ini Memang Sifat Israel
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Kecam Israel di Sidang Darurat DK PBB usai 3 Prajurit RI Gugur
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Demo di KPK, Mahasiswa Tuding Ada Korupsi Rp13 Miliar di UMI Makassar
• 19 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.