Pantau - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mengirimkan 15 ton logistik berupa makanan nusantara siap saji dan bumbu pasta untuk kebutuhan jamaah haji di Jeddah, Arab Saudi, dari Tangerang pada Kamis, 2 April 2026.
Distribusi Bertahap Logistik HajiPengiriman ini merupakan bagian dari total distribusi 230 ton makanan yang disiapkan Garuda Indonesia untuk mendukung operasional haji tahun 2026.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim menyampaikan bahwa distribusi dilakukan dalam dua periode dengan tujuan Jeddah dan Madinah.
"Melalui sinergi tersebut, Garuda Indonesia secara bertahap akan mengirimkan sebanyak 230 ton yang terbagi dalam 2 periode yaitu pada 2 – 6 April 2026, kemudian pada 17-30 April 2026 baik ke Jeddah maupun Madinah," ungkapnya.
Pengiriman perdana logistik ini menggunakan pesawat Boeing 777-300ER dengan nomor penerbangan GA 980 yang berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 11.45 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz pukul 17.40 waktu setempat.
Dukungan Konsumsi untuk Kenyamanan JamaahReza menegaskan bahwa pengiriman makanan siap saji ini merupakan langkah konkret untuk memastikan kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah haji.
"Kami juga memahami bahwa kesuksesan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh aspek transportasi udara semata, tetapi juga melalui kesiapan ekosistem pendukung termasuk ketersediaan konsumsi yang layak dan bercita rasa nusantara bagi para jemaah di Tanah Suci," ujarnya.
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph menyatakan kesiapan operasional haji yang akan dimulai pada 22 April 2026.
Garuda Indonesia juga mengoptimalkan kesiapan operasional lainnya seperti distribusi koper jamaah serta memastikan seluruh armada dalam kondisi laik terbang.
Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Jaenal Effendi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan ibadah haji.
"Tentu ini membutuhkan dukungan dan kerja sama dari lembaga lintas sektor mulai dari Pemerintah, operator penerbangan, operator logistik, dan layanan pendukung dalam pelaksanaan haji," ungkapnya.




