Jakarta, VIVA – Sosok Aldi Taher kembali mencuri perhatian publik. Lewat bisnis kulinernya, Aldi’s Burger, ia melontarkan jargon yang viral: "Semua burger milik Allah." Meski terdengar nyeleneh, kalimat ini ternyata selaras dengan prinsip-prinsip dasar dalam Islam.
1. Hakikat Kepemilikan (Al-Mulku Lillah)
Menurut ikhbar.com, dalam Islam, prinsip utama adalah bahwa manusia tidak memiliki apa pun secara mutlak. Segala sesuatu di alam semesta adalah milik Sang Pencipta.
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا فِيْهِنَّ ۗ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Ma'idah: 120)
Artinya, burger, harta, hingga jabatan hanyalah titipan (amanah). Manusia hanya berperan sebagai pengelola (istikhlaf).
2. Antara Usaha dan Tanggung Jawab (Al-Kasb)
Meski semua milik Allah, manusia tetap wajib berusaha (ikhtiar). Dalam akidah Ahlussunnah wal Jama'ah, dikenal konsep Al-Kasb, di mana manusia bertanggung jawab atas pilihannya.
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
"Padahal Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu." (QS. As-Saffat: 96)
Ayat ini menjelaskan bahwa meski Allah yang menciptakan perbuatan, manusialah yang memilih untuk melakukannya. Maka, hasil dari usaha dagang tetap menjadi tanggung jawab personal.
3. Rahasia Rezeki dan Tawakal
Jargon ini juga mengajarkan kita untuk tidak terlalu terikat secara emosional pada hasil (attachment). Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam mengingatkan:
اِجْتِهَادُكَ فِيْمَا ضُمِنَ لَكَ وَتَقْصِيْرُكَ فِيْمَا طُلِبَ مِنْكَ دَلِيْلٌ عَلَى انْطِمَاسِ الْبَصِيْرَةِ
"Kesungguhanmu pada sesuatu yang telah dijamin bagimu (rezeki), dan kelalaianmu pada apa yang dituntut darimu (ibadah), adalah tanda butanya mata hati."
Rezeki sudah diatur, yang dituntut dari kita hanyalah usaha yang jujur. Rasulullah SAW juga bersabda tentang hakikat tawakal:
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ
"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki." (HR. Tirmidzi)
Kesimpulan
Inti dari pesan "Semua Burger Milik Allah" adalah: Jalani usaha dengan sungguh-sungguh tanpa merasa paling memiliki. Dengan mentalitas ini, seorang Muslim akan tetap tenang (tumaninah) saat rugi, dan tidak sombong saat untung. Karena pada akhirnya, semua brand, semua istri, dan semua suami adalah milik Allah, maka saling berbuat baiklah.





