Selama rangkaian perayaan Paskah 2026, Gereja Katedral Jakarta dihiasi berbagai dekorasi, seperti bunga dan Salib Golgota. Susyana Suwadie Humas Keuskupan Agung mengatakan dekorasi yang dibuat sesuai dengan tema Paskah 2026, yaitu pertobatan ekologis.
“Dekorasi tentu saja karena dengan tema pertobatan ekologis yang menjadikan bahwa mengajak semuanya untuk menjadikan bumi ini sebagai rumah kita bersama, maka semua yang dilakukan di sini dekorasi itu semua harus mencerminkan hal itu,” kata Susyana Suwadie di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Susyana menekankan, Gereja Katedral Jakarta menekankan pentingnya penggunaan bahan daur ulang sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga bumi.
“Contohnya ada sudut salib Golgota itu dipakai semua adalah barang-barang bekas. Jadi misalnya batu-batuan yang tersisa dari pembangunan. Kemudian juga kertas-kertas yang ada, itu kertas-kertas tersisa juga dari kertas-kertas yang dipakai. Jadi semuanya adalah pemakaian daur ulang,” imbuhnya.
Katanya dekorasi yang ada di Katedral Jakarta menggambarkan 4 peritiwa penting.
Dekorasi siluet wayang di Katedral Jakarta terletak di area Plaza Maria. Katanya ini menggambarkan kedatangan Tuhan Yesus di Kota Yerusalem sebagai bagian peringatan Minggu Palma.
Dekorasi Siluet wayang di Gereja Katedral Jakarta pada perayaan Paskah 2026, Jumat (3/4/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.netKemudian ritual pencucian kaki para Rasul oleh Yesus sebagai bagian dari peringatan Kamis Putih, Yesus disalib di bukit Golgota pada peristiwa Jumat Agung, dan Kebangkitan Tuhan Yesus sebagai peringatan Minggu Paskah. Semua hal tersebut tergambarkan dengan konsep wayang yang dimodernisasi dengan bahan besi metal, simbol dari peleburan tradisi Paskah, budaya Nusantara dan kondisi kekinian.
Filosofi wayang atau bayang menggambarkan kesederhanaan, refleksi kehidupan sekaligus pembawa terang dalam hidup manusia.
Sedangkan hiasan background terinspirasi dari lukisan Oliver Wihardja, merah dan kuning merepresentasikan warna liturgi sesuai dengan tradisi
Obor-obor di sepanjang Lorong Garuda Pancasila melambangkan terang menuju jalan baru sesudah kebangkitan. Dekorasi yang dibuat dengan sentuhan budaya nusantara dalam perayaan Paskah 2026 ini, berdampingan dengan nilai-nilai Kristiani dan tradisi Gereja Katolik, serta kondisi kekinian sesuai tantangan jaman, demi lestarinya tradisi agama Katolik, budaya Nusantara dan masa depan gereja.(lea/ipg)




