Peziarah Memadati Larantuka, Semana Santa 2026 Jadi Magnet Mancanegara

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

LARANTUKA, KOMPAS - Peziarah terus berdatangan ke Larantuka untuk mengikuti rangkaian Semana Santa mengenang sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Bagi peziarah, ritual bernafaskan ajaran Katolik itu adalah bagian dari perjalanan spiritual diri mereka.

Semanta Santa merupakan tradisi Katolik yang dilakukan oleh sejumlah suku di bawah Kerajaan Larantuka. Kerajaan ini bercorak Katolik yang pernah ada di Nusantara. Tradisi warisan Portugis itu diklaim sudah berlangsung lebih dari lima abad.

Salah satu prosesinya hadir lewat peringatan Jumat Agung pada Jumat (3/4/2026) merupakan puncak iman. Dalam ajaran Katolik, Jumat Agung memperingati wafat Yesus Kristus.

Pantauan Kompas.id di Taman Doa Gereja Tuan Meninu, pada Jumat pagi, dilangsungkan ibadat jalan salib. Pesan dalam jalan salib itu mengingatkan manusia agar berbela rasa, peduli pada sesama terutama mereka yang berkesusahan. Umat khusyuk mengikuti upacara tersebut. 

Di tempat itu, pada Jumat siang bakal menjadi titik awal prosesi perarakan patung bayi Yesus melalui laut. Perarakan itu melibatkan ratusan kapal dan perahu melewati arus deras Selat Larantuka. Prosesi ini melibatkan ribuan peziarah.

Adapun data yang dirilis Panitia Semana Santa menyebutkan, sejauh ini, peziarah dari luar Flores Timur yang sudah mendaftar lebih dari 2.500 orang. Sebagian berasal dari mancanegara. Bahkan, banyak di antara mereka mengaku bukan penganut Katolik.

"Momentum Semana Santa ini yang paling kami tunggu. Sudah bertahun-tahun kami berencana, dan hari ini terwujud. Kami bersyukur ada di sini," kata Hesti (50), peziarah asal Jakarta.

Hesti mengikuti secara lengkap Semana Santa yang dimulai dari Minggu Palem hingga Minggu Paskah. Ia telah mengujungi sejumlah kapela dan berdoa. Bagi dia, Jumat Agung adalah puncak dari iman sehingga ia mengikuti sampai tuntas.

Selesai prosesi laut, tradisi dilanjutkan dengan prosesi malam mengelilingi pusat kota Larantuka. Dalam proses ini, patung Bunda Maria, patung Yesus, dan berbagai simbol iman Katolik diarak. Di sejumlah titik perhentian akan dilantunkan ratapan para perempuan.

Alex (34), warga asal Bandung, menuturkan, tahun ini adalah kesempatan kedua mengikuti Semana Santa. Saat masih duduk di bangku SD, ia pernah datang bersama orangtuanya. Kini, Alex datang ke Larantuka bersama istri dan anaknya.

Jamin keamanan 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Polda NTT Inspektur Jenderal Rudi Darmoko hadir untuk memastikan persiapan pengamanan Semanta Santa. Kehadiran Rudi menjawab kekhawatiran masyarakat yang sempat resah dengan gangguan keamanan beberapa waktu belakangan.

Tiba di Larantuka pada Kamis (2/4/2026) pagi, Rudi didampingi sebagian besar pejabat utama Polda NTT. Ia pertama-tama mengecek keamanan di Kapela Tuan Ma yang menjadi salah satu titik pelaksanaan ibadah dalam rangkaian Semana Santa.

Rudi kemudian menemui Uskup Larantuka MGR Yohanes Hans Monteiro, Raja Larantuka Don Andre Martinus Diaz Viera de Godhino, dan Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Uran.

Bersama rombongan, Rudi juga mendatangi kediaman para tokoh tersebut. Mereka lalu berkumpul di kediaman Bupati Flores Timur untuk jamuan makan siang.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, kehadiran Kapolda untuk memastikan jaminan keamanan bagi jalanan perayaan Semana Santa. "Untuk memastikan itu, Kapolda langsung ke Larantuka," ujar Henry.

Menurut Henry, polisi menjamin keamanan masyarakat khususnya peziarah selama Semana Santa. Sebanyak 985 personel gabungan diterjunkan mengawal sejumlah titik, seperti tempat peribadatan dan rute prosesi Semana Santa.

Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Uran mengapresiasi kehadiran Rudi. Menurutnya, kehadiran Rudi seakan menjawab kekhawatiran masyarakat akan situasi keamanan. Oleh karena itu ia pun mengajak masyarakat ikut berpatisipasi dalam acara itu dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Ignasius pun mengungkapkan, dalam beberapa waktu belakangan, terjadi gangguan keamanan di Larantuka. Warga dari dua kampung di pusat kota Larantuka terlibat bentrokan selama berbulan-bulan. Aparat keamanan sempat berjaga di perbatasan kedua kampung.

Elton Nggiri dari tim keamanan Keuskupan Larantuka menuturkan, 1.760 pemuda ikut menjaga keamanan. Selain dari umat Katolik, ada pula remaja Masjid dan pemuda Gereja Protestan serta pemuda Hindu terlibat dalam keamanan.

Menurut Elton, keamanan internal dibagi dalam tiga ring. Ring pertama adalah pemuda Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, ring dua pemuda yang direkrut dari sejumlah paroki termasuk pemuda lintas agama, dan ring tiga adalah tim keamanan internal ditambah TNI serta Polri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tampil di Timnas Indonesia Era John Herdman, Dony Tri Pamungkas dan Jordi Amat Ungkap Kesannya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Panggilan Kedua Kemkomdigi Untuk Meta Dan Google: Proses Penegakan Aturan Perlindungan Anak
• 23 jam lalunarasi.tv
thumb
Imigrasi Belanda Beri Jalur Kilat Buat Pemain yang Tersandung Kasus Paspor, Bagaimana Nasib Dean James hingga Justin Hubner?
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Mesin Pesawat Tiba-tiba Mengeluarkan Api, Penumpang Menjerit Ketakutan
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
PBB Tengah Selidiki Gugurnya 3 WNI di Lebanon, Terganggu Situasi Ekskalasi Konflik
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.