Bisnis.com, JAKARTA—Emiten teknologi dan solusi digital, PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX) berbalik mencatatkan laba bersih pada 2025 seiring dengan berbagai aksi korporasi, seperti mengakuisisi perusahaan Baim Wong.
IRSX yang sebelumnya bernama PT Aviana Sinar Abadi Tbk., ini resmi diakuisisi oleh PT Matra Tri Abadi (MTA) pada Agustus 2025, menjadikannya pengendali baru dan mengubah nama perusahaan menjadi PT Folago Global Nusantara Tbk.
Aksi ini diikuti dengan akuisisi dua perusahaan milik Baim Wong, PT Tiger Wong Internasional dan PT Jaya Gemilang Wong, guna memperkuat bisnis Multi Channel Networking (MCN) dan digital gift.
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025, IRSX membukukan pendapatan neto sebesar Rp410,11 miliar, turun dari sebelumnya Rp841,59 miliar. Perubahan ini seiring dengan perubahan bisnis inti perseroan yang bergeser dan memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik saat ini.
Produk digital menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai Rp291,75 miliar atau menyumbang 71,14%. Jasa pemasaran digital menyumbang pendapatan sebesar Rp96,44 miliar. Komisi dan Iklan memberikan kontribusi gabungan sebesar Rp18,76 miliar, dan peranti lunak Rp3,16 miliar.
Pendapatan ini berhasil dikonversi menjadi pertumbuhan laba yang sangat kuat. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat menjadi Rp25,30 miliar, jauh melampaui raihan tahun sebelumnya yang masih membukukan rugi Rp541,06 juta.
Baca Juga
- Folago (IRSX) Incar Cuan Konser Westlife di Jakarta-Surabaya
- Folago (IRSX) Gandeng RAMM hingga Visinema, Incar Lonjakan Pendapatan Film
- Saham Folago (IRSX) Melejit Sentuh ARA Terpantik Rencana Rights Issue Rp3,71 Triliun
Hal ini berdampak positif pada laba per saham dasar yang ikut terkerek naik menjadi Rp4,60 dari semula rugi per saham dasar Rp0,08.
Beban pokok pendapatan terkontrol di angka Rp355,88 miliar dari sebelumnya Rp836,70 miliar. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis perseroan tetap mampu mengelola beban usaha secara terukur. Karena itu, laba bruto naik 1007,73% jadi Rp54,23 miliar dari Rp4,89 miliar.
Hingga akhir Desember 2025, total aset perseroan melonjak 115,19% menjadi Rp360,23 miliar dibandingkan periode 31 Desember 2024 yang hanya Rp167,40 miliar, didorong oleh penguatan posisi kas yang sangat masif.
Kas perseroan melesat 3.950% menjadi Rp110,15 miliar dari sebelumnya hanya Rp2,72 miliar. Hal ini menandakan kondisi likuiditas yang sangat prima untuk mendukung rencana ekspansi di masa depan.
Liabilitas tercatat naik menjadi Rp44,87 miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan utang usaha pihak ketiga sebesar Rp32,69 miliar seiring dengan meningkatnya volume operasional.
Total ekuitas tumbuh 92,78% menjadi Rp315,36 miliar dari Rp163,58 miliar, memperlihatkan struktur permodalan yang sehat dengan debt-to-equity ratio yang tetap terjaga rendah.





