IHSG Melemah 0,99 Persen dalam Sepekan, Nilai Transaksi Harian Ikut Turun

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi di 7.207,166 dan sempat menyentuh titik terendah di 6.945,502 dalam sepekan.

IHSG Melemah 0,99 Persen dalam Sepekan, Nilai Transaksi Harian Ikut Turun

IDXChannel - Kinerja pasar saham Indonesia sepekan periode 30 Maret hingga 2 April 2026 ditutup melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 0,99 persen ke level 7.026,782 pada perdagangan Kamis (2/4/2026), dibanding posisi pekan sebelumnya di 7.097,057 pada 27 Maret 2026.

IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi di 7.207,166 dan sempat menyentuh titik terendah di 6.945,502 dalam sepekan. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan arus keluar dana asing dan penurunan signifikan pada nilai transaksi harian.

Baca Juga:
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Terus Berayun Ikuti Geopolitik Timur Tengah

Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian anjlok 36,69 persen menjadi Rp14,77 triliun, dari pekan sebelumnya Rp23,32 triliun. Volume transaksi juga turun 8,62 persen menjadi 25,87 miliar saham. Sebaliknya, frekuensi transaksi justru meningkat tipis sebesar 3,08 persen menjadi 1,78 juta kali per hari, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap ramai meski nilai transaksi menyusut.

Secara total selama sepekan, volume perdagangan mencapai 103,47 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp59,08 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 7,12 juta kali. Kapitalisasi pasar turut mengalami penurunan sebesar 1,69 persen menjadi Rp12.305 triliun, dari sebelumnya Rp12.516 triliun.

Baca Juga:
Kembali Tertekan, IHSG Turun 1,15 Persen ke 7.102 saat Sesi Siang

Tekanan di pasar juga terlihat dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp2,95 triliun. Sepanjang pekan, investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp21,82 triliun dan nilai jual Rp24,76 triliun.

Baca Juga:
IHSG Ditutup Melemah ke 7.026 Jelang Libur Panjang

Dari sisi sektoral, pergerakan indeks menunjukkan variasi. Sektor consumer cyclicals mencatat penguatan tertinggi sebesar 6,58 persen, diikuti sektor industri yang naik 3,35 persen serta consumer non-cyclicals yang menguat 2,28 persen. Namun, sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,57 persen, disusul sektor keuangan yang turun 2,23 persen.

Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, menjadi salah satu penekan utama IHSG. Di sisi lain, sejumlah saham seperti DSSA, MSIN, dan IMPC tercatat memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks.

Baca Juga:
IHSG Ditutup Turun 2,2 Persen, Saham BUMI-DEWA Berguguran

Secara global, kinerja IHSG juga tertinggal dibandingkan mayoritas bursa dunia yang justru menguat selama periode yang sama. Di kawasan ASEAN, indeks Thailand (SET) naik 1,29 persen dan Singapura (Straits Times Index) menguat 1,01 persen, sementara IHSG turun 0,99 persen. 

Sementara itu, sejumlah indeks utama juga mencatat penguatan signifikan, seperti Dow Jones Amerika Serikat yang naik 3,10 persen, FTSE 100 Inggris menguat 3,71 persen, serta indeks Brasil melonjak 3,52 persen dalam sepekan.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Film horor “Songko” hadirkan kisah terinspirasi legenda Minahasa
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Akan Jadi Pemain Bergaji Tertinggi di Dunia, Kesepakatan Mohamed Salah dan Arab Saudi Makin Dekat, Ini Klub Tujuannya
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Instalasi Api Warnai Perayaan Pekan Suci di Valletta
• 17 jam laludetik.com
thumb
Gagal SNBP? Catat Tips Jitu Tembus UTBK-SNBT di ITS 2026
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Mukomuko dan Ancaman Bencana yang Tak Terlihat
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.