REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL - Panglima Angkatan Darat (AD) Iran Amir Hatami memperingatkan, tidak ada pasukan musuh yang boleh selamat jika AS mencoba melancarkan invasi darat ke Teheran. Hatami mengatakan, pimpinan militer telah menginstruksikan komando operasional untuk memantau pergerakan pasukan AS secara cermat dan merespons tepat waktu.
“Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” kata Hatami dalam komentar yang disiarkan stasiun televisi pemerintah, IRIB pada Kamis (2/4/2026).
Baca Juga
Militer AS Goncang, Menhan Pecat Kepala Staff Angkatan Darat
Prancis Terpaksa Biayai Rafale F5 Sendirian Setelah UEA Menarik Diri
Rusia akan Kirim Kapal Tanker Kedua Pasok Minyak ke Kuba
“Penting untuk memantau pergerakan dan tindakan musuh dengan sangat teliti dan sangat hati-hati, dari waktu ke waktu, dan untuk menerapkan rencana untuk melawan metode serangannya pada waktu yang tepat,” kata dia menambahkan.
“Bayang-bayang perang harus dihilangkan dari negara kita, dan keamanan harus ditegakkan untuk semua,” ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada Sabtu (28/3/2026), The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan kemungkinan operasi darat di Iran seiring ribuan pasukan AS dikerahkan ke Timur Tengah. Pelaksanaan operasi ini disebut masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.
Para pejabat AS mengatakan rencana tersebut dapat menandai “fase baru perang” yang mungkin “jauh lebih berbahaya” bagi pasukan AS daripada empat minggu pertama pertempuran, menurut surat kabar tersebut.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)