Kapal Antariksa Berawak NASA Diluncurkan Menuju Bulan

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. NASA meluncurkan misi Artemis II dari Pusat Antariksa Kennedy di Florida, Amerika Serikat pada Rabu sore waktu Amerika Timur (1 April) sekitar pukul 18:35.  Misi ini membawa empat astronaut ke luar angkasa untuk memulai perjalanan mengelilingi Bulan selama 10 hari. 

Misi ini juga merupakan bagian dari persiapan NASA untuk mengirim manusia ke Bulan pada tahun 2028 dan membangun pangkalan di sana.

Sembilan menit setelah peluncuran, NASA menyatakan bahwa Artemis II telah berhasil memasuki orbit. Awak saat ini melaju dengan kecepatan lebih dari 15.000 mil per jam (sekitar 24.140 km/jam), dan jalur orbit berjalan normal.

Fokus utama misi ini adalah menguji roket dan pesawat antariksa yang belum pernah membawa manusia sebelumnya, sekaligus melakukan penerbangan mengelilingi Bulan.

“Kami akan melakukan pengujian yang menyeluruh dan ketat,” kata Administrator NASA Jared Isaacman sebelum peluncuran.

Ia menambahkan, “Kami akan terlebih dahulu berada di orbit Bumi untuk sementara waktu, memastikan pesawat antariksa Orion berfungsi dengan baik, lalu mengirim mereka menuju Bulan.”

Diperkirakan dibutuhkan sekitar empat hari untuk mencapai sisi jauh Bulan, dan empat hari lagi untuk kembali ke Bumi. Dari peluncuran pada malam 1 April hingga pendaratan di laut pada 10 April, seluruh misi diperkirakan berlangsung sekitar 9,5 hari.

Awak dalam peluncuran berawak pertama Artemis II meliputi:

Peluncuran dilakukan di Pusat Antariksa Kennedy di Florida, hanya berjarak satu landasan peluncuran dari lokasi peluncuran terakhir misi Apollo yang membawa manusia ke Bulan lebih dari setengah abad lalu.

Menjelang peluncuran, Presiden AS Donald Trump memposting di Truth Social untuk merayakan peluncuran Artemis II, memuji misi bersejarah kembali ke ruang angkasa dalam ini serta upaya Amerika memimpin dalam perlombaan antariksa modern.

Presiden menyebut Artemis II sebagai “salah satu roket paling kuat yang pernah dibangun,” dan memuji misi ini karena akan menjelajahi ruang angkasa lebih jauh daripada misi manusia sebelumnya.

“Pangkalan di Bulan tidak akan dibangun dalam semalam. Kami berencana menginvestasikan sekitar 20 miliar dolar dalam tujuh tahun ke depan, melalui puluhan misi, bekerja sama dengan mitra komersial dan internasional, mengikuti rencana yang terstruktur dan dapat diwujudkan,” ujar Administrator NASA Jared Isaacman. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UIN Jakarta Tingkatkan Kualitas Lulusan Sesuai Kebutuhan Zaman
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Foto: Misa Kamis Putih dan Tradisi Iman Umat Katolik di Sejumlah Kota
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua DPR ingatkan WFH ASN tetap jaga produktivitas pelayanan publik
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Anggota DPRD Salundik Dukung Program Beasiswa untuk Perkuat SDM dan Ekonomi Kerakyatan
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Kebakaran SPBE Cimuning Diduga dari Gudang LPG, 19 Rumah Rusak dan 17 Luka-luka
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.