WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) merasa jemawa usai mengeklaim telah menghancurkan jembatan terbesar Iran.
Serangan ke jembatan yang menghubungkan Tehran dan Karaj tersebut terputus setelah Trump mengancam akan mengembalikan Iran ke zaman batu jika kesepakatan mengakhiri perang tak tercapai.
Trump membagikan rekaman bagian jembatan setinggi 136 meter yang baru dibangun itu runtuh secara dramatis ke jalanan di bawahnya, diiringi kepulan asap hitam yang membubung tinggi ke langit.
Baca Juga: Houthi Peringatkan Bakal Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika Negara Teluk Bantu AS-Israel Serang Iran
Dikutip dari The Guardian, Jumat (3/4/2026), sebanyak 8 orang dilaporkan tewas dan 95 lainnya terluka.
Selain itu, dilaporkan pula bagian tengah jembatan diserang sebanyak dua kali. Trump mengatakan jembatan tersebut tidak akan bisa digunakan lagi.
“Jembatan terbesar di Iran akan mulai roboh, tak akan bisa digunakan lagi,” kata Trump di media sosial Truth.
Ia pun memperingatkan bakal melanjutkan serangan yang menyasar target lebih banyak lagi jika kesepakatan tak mengakhiri perang tidak tercapai.
Tak jelas apakah ada warga sipil yang menggunakan jembatan tersebut saat kejadian, meski ada truk di salah satu sisi jembatan.
Menanggapi serangan tersebut, Iran pun menjanjikan akan melakukan pembalasan atas serangan yang dilakukan AS-Israel.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Guardian/X@araghchi
- donald trump
- menghanucrkan jembatan
- hembatan terbesar di iran
- iran
- pembalasan





