Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia memastikan pemulangan tiga penjaga perdamaian RI yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Menurut keterangan Perwakilan Tetap RI (PTRI) di New York dalam situs web resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (3/4), pada 2 April 2026, telah dilaksanakan upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia tersebut di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon.
Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.
Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar. Pemulangan jenazah diharapkan dapat dilakukan dalam pekan pertama April 2026.
Proses repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri, menurut keterangan tersebut. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu sedikitnya 17 jam.
Namun, saat ini, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan, tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga membahayakan keselamatan.
Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulangan dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Repatriasi, menurut keterangan tersebut, merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon adalah tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon.
Pengabdian mereka menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Banjirnya ucapan dukacita dan dukungan internasional bagi Indonesia merupakan bukti keberhasilan mereka mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.
Pemerintah RI menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia itu akibat serangan Israel di Lebanon pada 29 dan 30 Maret 2026.
Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia, menurut keterangan PTRI New York.
Baca juga: PBB: Investigasi serangan terhadap personel RI di UNIFIL akan rampung
Baca juga: Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon, Wapres ucapkan duka cita mendalam
Menurut keterangan Perwakilan Tetap RI (PTRI) di New York dalam situs web resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (3/4), pada 2 April 2026, telah dilaksanakan upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia tersebut di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon.
Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.
Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar. Pemulangan jenazah diharapkan dapat dilakukan dalam pekan pertama April 2026.
Proses repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri, menurut keterangan tersebut. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu sedikitnya 17 jam.
Namun, saat ini, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan, tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga membahayakan keselamatan.
Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulangan dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Repatriasi, menurut keterangan tersebut, merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon adalah tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon.
Pengabdian mereka menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Banjirnya ucapan dukacita dan dukungan internasional bagi Indonesia merupakan bukti keberhasilan mereka mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.
Pemerintah RI menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia itu akibat serangan Israel di Lebanon pada 29 dan 30 Maret 2026.
Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia, menurut keterangan PTRI New York.
Baca juga: PBB: Investigasi serangan terhadap personel RI di UNIFIL akan rampung
Baca juga: Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon, Wapres ucapkan duka cita mendalam





