Gubernur Dedi Mulyadi Sidak Sekolah yang Kotor Parah, Kepala Sekolah Tak Terima Ditegur

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang kondisinya dinilai kotor serta mengalami kerusakan cukup parah.

Dalam kunjungannya, KDM tampak geram melihat lingkungan sekolah yang tidak terawat, dengan berbagai fasilitas yang rusak dan kurang mendapat perhatian. Ia juga menegur langsung Kepala Sekolah.

Ia menegaskan bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan seharusnya mampu menanamkan nilai kedisiplinan dan estetika kepada para siswa, termasuk melalui lingkungan yang bersih dan tertata.

Dedi Mulyadi dan Kepala Sekolah
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL

“SMA itu lembaga pendidikan. Anak-anak harus diajarkan bagaimana hidup berpendidikan, mulai dari cara masuk, duduk, keluar, hingga memperhatikan estetika lingkungan,” ujar KDM, seperti dikutip dari kanal YouTube pribadinya.

Sidak diawali dari area pos satpam. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti posisi pos yang dinilai tidak tepat karena tidak berada di bagian depan sekolah.

Selain itu, kondisi pos juga dianggap sudah tidak layak, terlihat kotor serta dipenuhi fasilitas yang rusak sehingga mengurangi nilai keindahan lingkungan sekolah.

“Penempatan pos ini sudah benar atau belum? Seharusnya ada di depan. Bongkar saja, lalu pindahkan ke depan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepala sekolah menjelaskan bahwa awalnya pos satpam memang berada di bagian depan. Namun, pos tersebut kemudian dipindahkan atas arahan Kadis setempat.

Dedi Mulyadi sidak sekolah kotor dan rusak
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL

"Asalnya di depan, pak," kata Kepala Sekolah.

"Pas datang ke sini sudah punya inisiatif kepala sekolahnya (pos satam) di depan, justru disuruh dibongkar oleh pak Kadis," imbuhnya.

Tak berhenti di situ, KDM juga mengungkapkan kekecewaannya karena tidak melihat adanya inisiatif dari pihak sekolah untuk memperbaiki berbagai fasilitas yang rusak.

Padahal, menurutnya, pemerintah provinsi telah melakukan pembenahan di area depan sekolah, termasuk pembangunan halte dan penataan lingkungan sekitarnya.

"Ini sekolah depannya sudah dirapihin, tapi jorok," ujarnya geram.

Mendengar pernyataan tersebut, Kepala Sekolah lantas ingin menyangkal, namun KDM meminta agar ia tak banyak alasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rumah di Koja Kebakaran, Diduga akibat Korsleting
• 8 jam lalukompas.com
thumb
OJK Pastikan Transparansi Tuntas, Status Pasar Modal Indonesia Diyakini Tetap di Emerging Market
• 18 jam lalupantau.com
thumb
KPK Geledah Rumah Ono Surono di Indramayu, Diprotes soal Aturan KUHAP Baru
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Analisis Ahli soal Gempa 7,6 M yang Guncang Sulut-Malut
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Bedah Editorial MI - Memastikan Efisiensi Terukur
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.