Harunya Jumat Agung, Jemaat Katedral Jakarta Menangis Saksikan Drama Jalan Salib

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah jemaat Katolik tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan drama musikal Jalan Salib yang digelar di Gereja Katedral Jakarta, Jumat Agung (3/4/2026) pagi.

Pertunjukan itu menghadirkan nuansa haru dan refleksi mendalam bagi para penonton.

Drama musikal Jalan Salib tahun ini, yang diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK), mengangkat tema Lux in Nihilo, yang berarti “terang dalam ketiadaan” atau dalam kegelapan.

Cerita dipresentasikan melalui perspektif Petrus, murid Yesus, yang digambarkan sangat terobsesi mengikuti Sang Guru.

Baca juga: Gereja Katedral Jakarta Siapkan 5.000 Kursi untuk Ibadah Minggu Paskah 2026

Namun, dalam kelemahan dan keterbatasannya, Petrus justru menyangkal Yesus. Meski demikian, kasih Yesus tetap hadir dan tidak meninggalkannya dalam kesulitan.

Jalan cerita yang emosional itu membuat jemaat terenyuh. Beberapa penonton bahkan menangis tersedu-sedu saat menyaksikan pertunjukan.

Nata, seorang jemaat asal Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengaku sangat tersentuh saat adegan terakhir, ketika Bunda Maria hadir menemui Yesus.

"Kalau aku pribadi, nangisnya waktu terakhirnya tadi. Bunda Maria sudah datang ke Yesus, tuh rasanya nyentuh banget sih karena kayak enggak tahu, mungkin aku juga lumayan attach sama Bunda Maria, jadi ngelihatnya tuh kayak haru gitu," ungkap Nata saat diwawancarai di lokasi.

Sementara Nea, jemaat asal Depok, Jawa Barat, mengaku tak menyangka drama musikal yang ditampilkan OMK Katedral Jakarta bisa begitu mendalam.

"Enggak pernah mikir kayak sedalam ini. Begitu lihat dramanya, ternyata interpretasinya sedalam ini dan benar-benar kena banget sih di aku," ucap Nea.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Rangkaian Ibadah Paskah 2026 di Katedral Jakarta, Jemaat Bisa Ikut Hybrid dan Offline

Ia menilai, pertunjukan itu menjadi sarana refleksi diri bagi jemaat Katolik bahwa Tuhan Yesus selalu hadir dan mengasihi umat-Nya dalam kondisi apa pun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perusahaan Ini Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Muhammad, Bukan di Arab
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Karni Ilyas dan Aiman Diperiksa, Kasus Ijazah Jokowi Kian Melebar
• 4 jam lalurealita.co
thumb
Bukan Sekte, Prosesi Dramatis Ini Gambarkan Kisah Yesus
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Panglima AD Iran: Jika AS Invasi Darat, tidak Seorang pun Pasukan Musuh Boleh Selamat
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Momentum Lebaran 2026, Perjalanan Wisata Naik Jadi 17,27 Juta Orang
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.