Jakarta, tvOnenews.com - Dugaan penyalahgunaan kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTT) menjadi sorotan setelah videonya ramai di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat dua mobil MBG berlogo SPPG diduga digunakan di luar kepentingan distribusi program. Mulai dari aktivitas penjemputan penumpang di Bandara Internasional Lombok hingga perjalanan wisata ke kawasan Pantai Malimbu, Lombok Barat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut. Namun proses identifikasi masih menemui kendala karena video yang beredar tidak menampilkan nomor polisi kendaraan.
“Jadi mengambil gambarnya itu hanya SPPG-nya saja. Ada dua kejadian, kami sudah dua minggu mencari kejadian itu dan tidak ada nomor polisi yang tertera dalam video maupun gambar,” kata Dadan dikutip Jumat (3/4/2026).
Menurut Dadan, absennya identitas kendaraan membuat BGN belum bisa memastikan unit tersebut berasal dari SPPG wilayah mana.
“Kami belum bisa menentukan dari SPPG mana, karena hanya tulisan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,” kata Dadan.
“Kalau ada nomor polisinya kan kami bisa tahu di mana itu ada,” sambungnya.
Di tingkat daerah, laporan terkait video tersebut juga telah diterima oleh jajaran BGN NTB. Koordinator Regional SPPG NTB, Eko Prasetyo, menyebut informasi itu sudah diteruskan ke seluruh kepala SPPG di Pulau Lombok agar kendaraan dalam video dapat segera dikenali.
“Sudah kami terima laporannya beberapa hari yang lalu. Sudah instruksikan di wilayah untuk melaporkan kejadian tersebut,” kata Eko.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih kesulitan mengungkap pemilik mobil karena pelat nomor tidak terlihat jelas dalam rekaman yang viral.
Sementara untuk kendaraan berwarna hitam yang diduga dipakai menuju Pantai Malimbu, penelusuran masih terus berlangsung.
Eko menegaskan kendaraan operasional SPPG hanya boleh digunakan untuk kepentingan distribusi makanan bergizi gratis, termasuk pengantaran dan pengambilan kembali wadah makanan.
“Jadi kami tegaskan sangat tidak boleh mobil SPPG dipakai kemanapun kecuali antar ompreng. Intinya tidak diperkenankan, kami sewa untuk distribusi MBG dan ambil ompreng kembali,” tegasnya.




