REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mentransformasi Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) menjadi Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK) guna meningkatkan profesionalisme dan optimalisasi aset olahraga nasional.
Perubahan ini ditetapkan melalui Peraturan Menpora RI Nomor 5 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja LPUK. Transformasi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengelolaan usaha keolahragaan sekaligus mendukung pemanfaatan aset dan kawasan olahraga di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
- Kemenpora dan LKBH FH UI Siap Bersinergi Tangani Kasus Kekerasan Seksual pada Atlet
- Kemen PPPA Apresiasi Respons Kemenpora, Dorong Reformasi Sistem Cegah Kekerasan Seksual di Olahraga
- Bonus Medali ASEAN Para Games Ditransfer Langsung, Menpora Jamin Transparansi dan Tepat Sasaran
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), LPUK tetap berfungsi memberikan layanan kepada masyarakat melalui penyediaan barang dan jasa tanpa berorientasi pada keuntungan, tapi mengedepankan prinsip efisiensi dan produktivitas.
Dalam operasionalnya, LPUK memiliki sejumlah fungsi strategis, mulai dari penyusunan rencana strategis bisnis dan anggaran, pelaksanaan serta pengendalian keuangan, hingga koordinasi, pemantauan, dan evaluasi penyelenggaraan usaha keolahragaan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Menpora Erick menegaskan, perubahan ini juga diikuti dengan penataan struktur organisasi agar lebih profesional dan adaptif terhadap kebutuhan industri olahraga.
“BLU akan menjadi organisasi yang dikelola secara profesional dan mengarah pada business to business, supaya aset-aset kita tidak terbengkalai dan mangkrak,” ujar Erick.
Seiring transformasi tersebut, Erick juga melantik Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Direktur Utama LPUK pada 1 April 2026, menggantikan Ferry Yuniarto Kono.
Menurut Erick, direktur utama memiliki peran penting dalam menerapkan sistem akuntabilitas kinerja pemerintah, manajemen risiko pembangunan nasional, serta mendorong transformasi digital di tubuh LPUK.
Sebelum dipercaya memimpin LPUK, Gustri berkarier di PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) sebagai Direktur Pengembangan Bisnis. Lulusan Warwick Business School, Inggris ini berpengalaman mengelola berbagai sektor, termasuk pemasaran, pengembangan bisnis, hingga pengadaan.
Erick berharap kepemimpinan baru di LPUK mampu membawa perubahan nyata dalam pengelolaan usaha keolahragaan nasional.
“Saya mengharapkan amanah ini dijalankan dengan empati dan kepedulian. Tidak mudah, tetapi kita ingin memberikan yang terbaik,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (3/4/2026).
Transformasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi olahraga serta mempercepat peningkatan kualitas layanan publik di sektor keolahragaan Indonesia.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5544087/original/086509700_1775051173-Jay.jpg)



