Kronologi Aipda Vicky Aristo Dimutasi Saat Tangani Kasus Korupsi, Pilih Mundur dan Jualan Kopi

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi Aipda Vicky Aristo dimutasi menjadi sorotan publik setelah sosok anggota Polri ini memutuskan mengundurkan diri saat tengah menangani perkara dugaan korupsi di Minahasa, Sulawesi Utara. Kasus ini ramai diperbincangkan setelah unggahan Vicky di media sosial menyatakan dirinya resmi meninggalkan institusi kepolisian.

Sebelum mundur, ia diketahui menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Satreskrim Polres Minahasa. Saat itu, ia sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan bernilai miliaran rupiah.

Di tengah proses penyidikan yang masih berjalan, Vicky mengaku tiba-tiba dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud. Kronologi Aipda Vicky Aristo dimutasi pun kemudian memicu perhatian luas karena dikaitkan dengan penanganan kasus korupsi yang menyita atensi publik.

Viral Usai Umumkan Mundur dari Polri

Aipda Vicky Aristo Katiandagho menjadi perbincangan setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota Polri melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polda Sulut, Polres Minahasa, Polres Kepulauan Talaud, hingga rekan-rekannya.

Ia juga menulis pesan yang menegaskan loyalitasnya terhadap institusi kepolisian, meski tak lagi mengenakan seragam. Tak lama setelah itu, Vicky kembali mencuri perhatian lewat unggahan lain yang menyebut dirinya kini memilih berdagang kopi. “Lebih baik jadi tukang kopi daripada tunduk pada penjilat,” tulisnya di media sosial, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Jumat (3/4/2026).

Sebelum polemik ini mencuat, Vicky bertugas sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Satreskrim Polres Minahasa. Dalam posisi itu, ia menangani perkara-perkara korupsi, termasuk kasus yang disebut melibatkan pihak-pihak penting di Kabupaten Minahasa.

Menurut pengakuannya, perkara yang sedang ia tangani merupakan kasus yang mengundang perhatian publik. Karena itu, kronologi Aipda Vicky Aristo dimutasi kemudian dianggap tak bisa dilepaskan dari konteks penyidikan yang sedang berjalan saat itu.

Kronologi Aipda Vicky Aristo Dimutasi

Kasus yang ditangani Vicky berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tas ramah lingkungan yang merupakan program Bupati Minahasa pada 2020. Proyek tersebut menelan anggaran hingga Rp 2,2 miliar.

Pelaksanaannya dilakukan oleh pihak ketiga kepada hukum tua di 227 desa di Kabupaten Minahasa. Dalam proyek itu, sebanyak 150 ribu tas dijual ke pihak desa dengan harga satuan Rp 15 ribu.

 

Padahal, menurut informasi yang disampaikan, harga tas ramah lingkungan di pasaran hanya berkisar di bawah Rp 5 ribu. Selisih harga inilah yang membuat perkara tersebut diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Vicky menjelaskan bahwa penyelidikan dugaan korupsi itu sudah dimulai sejak Januari 2021. Namun, karena berbagai kendala dan hambatan, prosesnya baru meningkat ke tahap penyidikan pada 5 September 2024. 

Status perkara dinaikkan setelah dilakukan gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sulawesi Utara. Menurut Vicky, peningkatan status dilakukan karena tim penyidik menemukan adanya peristiwa pidana. Ia menegaskan bahwa proses itu bukan keputusan sepihak, melainkan melalui mekanisme resmi gelar perkara. 

Setelah masuk tahap penyidikan, Vicky mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai dokumen sebagai alat bukti. Selain itu, penyidik juga telah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara.

Koordinasi itu dilakukan untuk kepentingan audit perhitungan kerugian negara. Langkah tersebut menunjukkan bahwa penyidikan telah bergerak ke tahap yang lebih substansial dan mengarah pada pembuktian nilai kerugian negara.

Namun, di tengah proses tersebut, Vicky mengaku dirinya justru dipindahkan. Di sinilah alasan Aipda Vicky Aristo dimutasi mulai menjadi pertanyaan publik.

Menurut penuturan Vicky, saat penyidikan masih berjalan, ia tiba-tiba dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud. Ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti di balik keputusan itu.

Mutasi tersebut terjadi ketika proses penyidikan belum rampung, sementara pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti masih berlangsung. Saat ditanya apakah mutasi itu menjadi salah satu alasan dirinya mundur, Vicky menjawab singkat, “Itu salah satu alasannya.”

Pengunduran Diri Diajukan Sejak Juni 2025

Vicky mengungkapkan bahwa pengunduran dirinya sebenarnya sudah diajukan sejak Juni 2025. Namun, persetujuan baru diberikan belakangan, saat kasus ini mulai ramai dibicarakan.

Artinya, keputusan keluar dari Polri bukan langkah mendadak yang baru muncul setelah viral. Meski begitu, pengakuannya soal mutasi saat menangani perkara korupsi membuat publik menyoroti ulang latar belakang pengunduran dirinya.

 

Setelah resmi meninggalkan institusi kepolisian, Vicky memilih menjalani aktivitas baru sebagai pedagang kopi. Saat ditanya mengenai rencana ke depan, ia menjawab singkat sambil tertawa bahwa dirinya masih menikmati jualan kopi. "Saya masih menikmati jualan kopi," katanya, dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan itu mempertegas bahwa ia telah memilih jalan hidup berbeda setelah bertahun-tahun mengabdi sebagai anggota Polri. Meski demikian, ia tetap menutup pernyataannya dengan pesan tegas: “Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara.”

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan, disebut belum memberikan respons saat dimintai konfirmasi terkait video viral yang melibatkan Vicky. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan mutasi tersebut. Karena itu, kronologi Aipda Vicky Aristo dimutasi masih menjadi sorotan, terutama karena terjadi saat ia sedang mengusut dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan yang disebut merugikan negara miliaran rupiah. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cepat Tanggap, Bank Mandiri Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Gempa di Sulut dan Malut
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Pemkot Mataram Siapkan Skema Kerja 4 Hari
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
RI Siap Uji Sistem Peringatan Gempa, Beri Jeda 20 Detik untuk Evakuasi
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Karawang Kurangi Mobilitas Harian ASN, WFH Setiap Jumat
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Fuso Tunggu Hasil Uji Biodiesel B50, Dampak ke Mesin Masih Dievaluasi
• 46 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.