Bisnis.com, PEKANBARU — Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil melewati masa kritis pengelolaan keuangan daerah.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa pada awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, mereka dihadapkan pada beban utang tunda bayar dari tahun-tahun sebelumnya yang cukup besar.
"Kondisi tersebut kemudian direspons melalui langkah efisiensi dan rasionalisasi anggaran secara cermat dan terukur," ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Melalui sinergi dengan DPRD Kota Pekanbaru dan seluruh pemangku kepentingan, utang tunda bayar tersebut akhirnya berhasil dilunasi sepenuhnya.
"Ini terwujud karena adanya fokus dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk DPRD," ujar Agung.
Kebijakan penertiban anggaran yang disiplin memberikan dampak langsung terhadap kinerja keuangan daerah. Salah satu indikator paling nyata terlihat dari lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil melampaui target pada akhir tahun 2025.
Baca Juga
- Pekanbaru Siapkan Rp100 Miliar untuk Aspal 42 Km Jalan Rusak
- Total 218.071 Penumpang Gunakan Bandara SSK II Pekanbaru saat Lebaran 2026, Naik 8,7%
"Realisasi PAD tercatat menembus angka lebih dari Rp1,2 triliun. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa strategi pengelolaan keuangan yang disiplin mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah," ungkap Agung.
Perbaikan kondisi keuangan daerah juga berdampak langsung pada kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Pekanbaru. Jika sebelumnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hanya dapat dibayarkan selama 10 bulan, kini telah direalisasikan secara penuh hingga 14 bulan.
Agung menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan prestasi satu pihak semata.
"Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah," pungkasnya.





