MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth, memutuskan memberhentikan Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, di tengah meningkatnya ketegangan konflik dengan Iran. Keputusan ini memicu berbagai spekulasi mengenai alasan di balik langkah tersebut.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pencopotan George merupakan bagian dari upaya perombakan struktur kepemimpinan di tubuh militer AS.
Pejabat pertahanan menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi Hegseth untuk membentuk ulang jajaran pimpinan di Pentagon.
Baca juga : Geger Pembersihan di Pentagon, Pete Hegseth Pecat Kepala Staf hingga Kepala Korps Chaplain
Pihak Pentagon menyatakan bahwa George akan segera pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41. Meski menyampaikan apresiasi atas pengabdiannya, Pentagon tidak memberikan penjelasan rinci terkait alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
Langkah ini dinilai tidak lazim karena dilakukan terhadap jenderal aktif di tengah situasi konflik, khususnya ketika militer AS meningkatkan aktivitas di kawasan Timur Tengah. Selain George, dua pejabat militer lainnya juga diberhentikan, yakni David Hodne dan William Green.
Untuk sementara, posisi Kepala Staf Angkatan Darat akan diisi oleh Wakil Kepala Staf, Christopher LaNeve.
Baca juga : Pesawat Tempur F-35 AS Lakukan Pendaratan Darurat, Diduga Terkena Tembakan Iran dalam Misi Tempur
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya operasi militer AS yang berkaitan dengan Iran. Meskipun serangan utama dilakukan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara, Angkatan Darat tetap memiliki peran strategis, termasuk dalam pengoperasian sistem pertahanan udara.
Selain itu, ribuan personel dari Divisi Lintas Udara ke-82, salah satu unit elit Angkatan Darat AS, dilaporkan mulai dikerahkan ke kawasan tersebut. Hal ini membuka kemungkinan keterlibatan dalam operasi darat.
Angkatan Darat sendiri merupakan cabang terbesar militer AS dengan sekitar 450.000 prajurit aktif.
Pemberhentian George juga terjadi di tengah gelombang perombakan besar di Pentagon dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah posisi penting turut mengalami pergantian, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan sebelumnya, C. Q. Brown, Kepala Operasi Angkatan Laut, serta Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.
Menariknya, tidak ada indikasi ketegangan terbuka antara Hegseth dan George sebelum keputusan ini diumumkan.
Namun, Hegseth dikenal kerap mengambil langkah kontroversial, seperti memberhentikan penasihat hukum utama Angkatan Darat dan merencanakan parade militer besar untuk memperingati ulang tahun ke-250 Angkatan Darat AS yang bertepatan dengan ulang tahun Presiden Donald Trump.
Randy George sendiri merupakan perwira infanteri berpengalaman yang pernah bertugas di Irak dan Afghanistan. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat sejak 2023, dengan masa jabatan yang umumnya berlangsung selama empat tahun.
Pencopotan ini menjadi sinyal kuat adanya dinamika internal dan ketidakpastian di lingkungan Pentagon, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. (CNN/Z-10)





