Keuskupan Agung Jakarta mengajak umat Katolik dan masyarakat luas untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari refleksi iman dalam perayaan Jumat Agung 2026.
Pesan tersebut disampaikan oleh Humas Keuskupan Agung Jakarta, Susyana Suwadie, di Gereja Katedral Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Menurut Susyana, peringatan Jumat Agung tidak hanya dimaknai sebagai mengenang sengsara Yesus Kristus, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan pertobatan yang diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk kepedulian terhadap alam.
“Kita diajak untuk ikut serta mengenang sengsara dengan melakukan tobat, melakukan tapa tobat. Kemudian bagaimana kita mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Itu melalui kepedulian kita, bela rasa dan sebagainya,” ujar Susyana.
Ia menjelaskan, tema Ajaran Sosial Gereja tahun ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Umat diajak menyadari bahwa kerusakan bumi menjadi persoalan bersama yang membutuhkan aksi kolektif.
“Karena bumi kita sudah menangis, sudah menjerit. Jadi bagaimana pertobatan ekologis bisa dilakukan semua umat,” imbuhnya.
Ajakan serupa disampaikan oleh Romo Macarius Maharsono Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta. Ia menekankan pentingnya pertobatan ekologis sebagai bagian dari pemulihan relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Menurutnya, refleksi iman dalam masa Paskah juga mencakup upaya “pembersihan” dari dosa terhadap lingkungan dan kemanusiaan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
“Umat diajak untuk saling mendukung, berbagi kehidupan, dan membangun relasi yang lebih harmonis, baik dengan sesama maupun dengan alam,” ujarnya.
Sementara itu, rangkaian ibadat Jumat Agung di Katedral Jakarta diawali dengan pementasan Jalan Salib Kreatif 2026 bertajuk “Lux In Nihilo”, yang berarti “terang dalam kegelapan”.
Dalam perayaan Paskah tahun ini, Katedral Jakarta menyiapkan kapasitas hingga sekitar 5.000 kursi untuk menampung umat. Kapasitas tersebut mencakup area dalam gereja, Plaza Maria, Gua Maria, tenda tambahan, hingga Graha Pemuda. (lea/saf/iss)




